KONSEP NEGARA YANG AMAN PERSPEKTIF AL-QUR'AN (STUDI TAFSIR TEMATIK)

Sutriani, Sutriani (2025) KONSEP NEGARA YANG AMAN PERSPEKTIF AL-QUR'AN (STUDI TAFSIR TEMATIK). Undergraduate (S1) thesis, UIN KIAI AGENG MUHAMMAD BESARI PONOROGO.

[thumbnail of KONSEP NEGARA YANG AMAN.pdf]
Preview
Text
KONSEP NEGARA YANG AMAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Sutriani. 2025. Konsep Negara yang Aman Perspektif Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik). Skripsi. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing; Muchlis Daroini, M.Kom.I.

Kata Kunci: Baladan Āminan, Tafsir Tematik, Amanah, Keadilan, Hak dan Kewajiban.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan konsep Negara yang Aman (Baladan Āminan) dari perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan Tafsir Tematik (Maudhu’i) al-Farmawi. Masalah utama yang mendasari penelitian ini adalah krisis integritas kepemimpinan yang berujung pada kasus-kasus penyalahgunaan amanah, yang secara fundamental merusak rasa aman warga negara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keamanan dalam perspektif Qur’ani bukan sekadar bebas dari konflik fisik, melainkan tatanan kehidupan yang dibangun di atas fondasi spiritual, sosial, dan ekonomi yang kokoh. Keamanan negara bersifat kausal dan bersyarat, bergantung pada tauhid dan keimanan (QS. Al-A’raf: 96), keadilan dan kepemimpinan yang amanah (QS. An-Nisa: 58; QS. Al-Ma’idah: 8), serta pemenuhan kebutuhan dasar dan distribusi rezeki yang adil (QS. Al-Baqarah: 126; QS. Al-Quraish: 4). Relasi antara pemimpin dan warga negara menjadi kunci keberlangsungan keamanan, di mana masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab moral. Al-Qur’an menawarkan kerangka normatif yang komprehensif, namun implementasinya sangat bergantung pada integritas pemimpin dan partisipasi aktif masyarakat. Krisis keamanan di berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia, sering kali berakar pada pengabaian nilai-nilai Qur’ani tersebut.
Lebih lanjut, penelitian ini merinci hak dan kewajiban pemimpin (termasuk kewajiban menegakkan keadilan dan memelihara amanah) serta hak dan kewajiban warga negara (termasuk hak atas keamanan dan kewajiban taat kepada pemimpin yang adil). Analisis kritis menunjukkan bahwa keamanan negara sangat bergantung pada keadilan, dan keadilan lahir dari integritas moral para pemimpin. Krisis keamanan sering berakar pada krisis etika, seperti pengabaian amanah yang diperingatkan dalam Hadits Nabi. Penelitian ini menegaskan bahwa reformasi moral dalam kepemimpinan adalah syarat utama untuk mewujudkan stabilitas nasional dan menjamin hak-hak dasar warga negara.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Muchlis Daroini
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 24 Nov 2025 01:20
Last Modified: 24 Nov 2025 01:20
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/35764

Actions (login required)

View Item View Item