Hikmatul Hasanah, Hoirun Nisa (2025) Analisis Kemampuan Literasi Sains ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V di MI Ma'arif Mayak Ponorogo. Masters thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
203210102_Hoirun Nisa Hikmatul Hasanah_PGMI.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Hasanah, Hoirun Nisa Hikmatul. 2025.Analisis Kemampuan Literasi Sains Ditinjau dari Gaya Belajar Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V Di MI Ma’arif Mayak Ponorogo. Skripsi, jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Dr. Annisa Dwi Kurniawati, M.Pd.
Kata kunci : Kemampuan Literasi Sains, Gaya Belajar, IPAS
Kemampuan literasi sains penting dikembangkan sejak sekolah dasar. Literasi sains penting bagi siswa untuk dapat memahami kondisi lingkungan sekitarnya, kondisi kesehatan, ekonomi, dan teknologi. namun hasil survei menunjukkan bahwa literasi sains siswa Indonesia masih rendah. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah gaya belajar. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan literasi sains ditinjau dari gaya belajar pada pembelajaran IPAS kelas V di MI Ma’arif Mayak Ponorogo.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan literasi sains ditinjau dari gaya belajar di MI Ma’arif Mayak Ponorogo dan (2) faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan literasi sains di tinjau dari gaya belajar siswa di MI Ma’arif Mayak Ponorogo.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling seluruh siswa kelas V MI Ma’arif Mayak. Intrumen pengumpulan data menggunakan tes, kuesioner dan wawancara. Teknis analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa, (1) kemampuan literasi sains siswa berada pada kategori bervariasi pada ketiga indikator, yaitu mengidentifikasi pertanyaan ilmiah, menjelaskan fenomena ilmiah, dan menggunakan bukti ilmiah. Siswa dengan pemahaman konsep yang baik mampu menjelaskan fenomena dan memberikan alasan berdasarkan bukti ilmiah, sedangkan sebagian siswa lain masih terbatas pada mengingat informasi tanpa mampu menghubungkan dengan konteks ilmiah. Perbedaan kemampuan literasi sains ini dipengaruhi oleh cara siswa menerima dan mengolah informasi yang berkaitan dengan gaya belajar mereka. Siswa visual lebih kuat dalam menjelaskan fenomena melalui bantuan gambar, siswa auditori lebih memahami materi melalui penjelasan lisan, dan siswa kinestetik lebih mampu menggunakan bukti ilmiah melalui kegiatan praktik. (2) Kemampuan literasi sains siswa dipengaruhi oleh faktor internal seperti pemahaman konsep, motivasi, rasa ingin tahu, serta cara memproses informasi, dan faktor eksternal seperti metode pembelajaran guru, media pembelajaran yang digunakan, serta lingkungan belajar yang mendukung diskusi dan kegiatan praktik.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Annisa Dwi Kurniawati |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 04 Dec 2025 01:57 |
| Last Modified: | 04 Dec 2025 01:57 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/35889 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
