Cantrisah, Diah Ayu (2025) Kecemasan Sosial dan Kesiapan Reintegrasi Sosial Narapidana Perempuan di Rutan Kelas IIB Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
007 PENELITIAN E-Theses_Cantrisah.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Cantrisah, Diah Ayu, 2025. Kecemasan Sosial dan Kesiapan Reintegrasi Sosial Narapidana Perempuan di Rutan Kelas IIB Ponorogo. Skripsi. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Walida Asitasari, M.Psi.
Kata Kunci: Kecemasan Sosial, Reintegrasi Sosial, Narapidana Perempuan
Gangguan kecemasan sosial menjadi salah satu jenis gangguan kesehatan mental yang dimiliki narapidana, karena mereka berada di situasi sosial yang berbeda dengan lingkungan masyarakat pada umumnya dan seringnya terpapar stigma. Beberapa penelitian menunjukkan tingkat kecemasan sosial narapidana perempuan lebih tinggi daripada narapidana laki-laki. Kondisi kecemasan sosial ini berpengaruh pada kesiapan reintegrasi sosial seorang narapidana. Reintegrasi sosial sendiri menjadi program pembinaan yang sangat penting untuk mengembalikan narapidana kepada masyarakat sosial dengan kondisi yang lebih optimal. Mengetahui kondisi kesehatan mental, khususnya gangguan kecemasan sosial, pada narapidana perempuan merupakan aspek yang penting dalam reintegrasi sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan (1) kecemasan sosial narapidana perempuan di Rutan Kelas IIB Ponorogo dan (2) kesiapan reintegrasi sosial narapidana perempuan di Rutan Kelas IIB Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul, selanjutnya direduksi, disajikan, dan dilakukan penarikan kesimpulan.
Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) ada beberapa gejala kecemasan sosial yang muncul berupa partisipan mengalami takut dan cemas di situasi sosial tertentu; partisipan pernah menghindari situasi sosial di masa-masa awal penahanan; kondisi takut, cemas, dan penghindaran situasi sosial berlangsung selama 2 bulan masa awal penahanan; partisipan memiliki riwayat sakit fisik; partisipan tidak memiliki riwayat gangguan mental lain; dan partisipan tidak memiliki riwayat konsumsi obat terlarang. Gejala tersebut membuktikan bahwa narapidana perempuan mengalami kecemasan sosial, tapi tidak sampai pada diagnosis gangguan kecemasan sosial. Selanjutnya, (2) untuk program pembinaan dan reintegrasi sosial yang ada sudah bisa membantu narapidana perempuan untuk mengenali identitas dirinya sendiri pada aspek individu, tapi belum sampai di tahap narapidana perempuan mampu memproyeksikan dirinya pada aspek sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Walida Asitasari |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 11 Dec 2025 01:33 |
| Last Modified: | 11 Dec 2025 01:33 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36300 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
