Qi Taris, Dimas (2025) PERSPEKTIF YURIDIS NORMATIF TERHADAP ISBAT NIKAH DALAM PERKAWINAN SIRRI KASUS RIZKY FEBIAN DAN MAHALINI (Studi Kasus Di Pengadilan Agama Jakarta Selatan). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
101200206 Muhammad Dimas Qi Taris Hukum Keluarga Islam (1).pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini didasarkan pada fenomena perkawinan sirri yang masih sering terjadi di masyarakat. Perkawinan sirri umumnya dilakukan dengan alasan tertentu, seperti faktor ekonomi, perbedaan status sosial, atau untuk menghindari prosedur administrasi negara yang dianggap rumit. Namun, perkawinan sirri sering menimbulkan permasalahan hukum, khususnya terkait status hukum anak, hak waris, serta perlindungan terhadap istri. Salah satu contoh yang menarik perhatian publik adalah perkawinan sirri antara Rizky Febian dan Mahalini, yang kemudian diajukan permohonan isbat nikah ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Dalam proses persidangan, hakim memutuskan untuk menolak permohonan tersebut dengan sejumlah pertimbangan hukum yang menarik untuk dikaji lebih mendalam.
Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana perspektif yuridis normatif terhadap alasan hakim atas penolakan isbat nikah Rizky Febian dan Mahalini? Bagaimana implikasi hukum dari penolakan isbat nikah Risky Febian dan Mahalini terhadap status perkawinan dan hak-hak keperdataan mereka menurut hukum islam dan peraturan undang-undang di indonesia?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan normatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan teori hukum islam dan hukum positif di Indonesia.
Hasil dari penelitian ini adalah Pandangan hakim menolak permohonan isbat nikah Rizky Febian dan Mahalini karena tidak ada kepentingan hukum yang mendasak dan ditambah nya tidak menggunakan wali yang sah dalam perkawinan nya. Menurut KHI pada Pasal 20.Penolakan permohonan isbat nikah ini menimbulkan implikasi hukum terhadap staus keperdataan para pihak dan menjadi pelajaran bagi masyarakat mengenai penting nya pelaksanaan perkawinan sesaui dengan syariat dan hukm positif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | khaidarulooh |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 04:28 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 04:28 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36528 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
