masriza nurul, latifah (2025) TINJAUAN HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENGANGKATAN ANAK TANPA PENETAPAN PENGADILAN ( STUDI KASUS DI KECAMATAN DOLOPO KABUPATEN MADIUN ). Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.
Preview |
Text
MASRIZA NURUL LATIFAH - 10100068 - HKI - PERPUS.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Latifah, Masriza Nurul. 2025. Tinjauan Hukum Positif dan Hukum Islam terhadap Pengangkatan Anak tanpa Penetapan Pengadilan (Studi Kasus di Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun). Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Pembimbing: Khairil Umami, M.S. I.
Kata Kunci/Key words : Pengangkatan Anak, Hukum Islam, Hukum Positif
Pernikahan adalah sebuah asas pokok dalam hidup, terutama dalam pergaulan atau bermasyarakat yang sempurna. Pernikahan merupakan jalan Allah untuk menjadikan manusia berkembang biak dan menghasilkan keturunan. “Menurut Pasal 1 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, perkawinan ialah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Salah satu tujuan yang paling sering diinginkan oleh setiap orang yang memutuskan untuk menikah ialah untuk menciptakan keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa. Mereka juga ingin memiliki anak atau keturunan yang sah untuk meneruskan warisan mereka. Pengangkatan anak sudah tidak asing lagi di Indonesia karena hal tersebut sudah banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Diantaranya adalah keinginan untuk mempunyai anak. Adapun tatacara pengangkatan sudah diatur oleh negara agar antara anak dan orang tua yang akan mengangkat mendapatkan perlindungan hukum yang pasti. Akan tetapi di indonesia masih terdapat banyak praktik pengangkatan anak yang tidak sesuai dengan prosedur yang telah berlaku.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Bagaimana pertimbangan orang tua asuh tentang pengangkatan anak tanpa prosedur pengadilan perspektif hukum positif dan hukum islam; serta, (2) Bagaimana akibat pengangkatan anak tanpa prosedur pengadilan menurut hukum positif dan hukum islam.
Adapun skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis normatif. Sedangkan teknik mengumpulkan data dengan mengamati,dan menganalisis menggunakan Hukum Positif dan Hukum Islam.
Dari penelitian yang dilakukan selama skripsi dimana orang tua asuh tidak mengangkat anak melalui prosedur pengadilan dikarenakan beberapa alasan diantaranya tidak tega terhadap mental anak jika sudah besar nanti mengetahui kalau dia bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini mengasuhnya, jika melewati penetapan pengadilan dianggap memakan waktu biaya dan tenaga, dan ingin segera mengasuh anak tersebut tanpa meunggu proses hukum selesai dapat disimpulkan bahwa menurut Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2007 Pelaksanaan Pengangkatan Anak harus dan dimohonkan penetapan pengadilan. Dengan demikian, keberadaan prosedur pengadilan merupakan syarat mutlak demi tercapainya kepastian hukum dan perlindungan yang adil bagi kedua belah pihak. Adapun akibat dari pengangkatan anak tanpa penetapan pengadilan adalah anak tidak memiliki perlindungan hukum sebagai anak angkat yang sah, tidak berhak atas warisan dari orang tua angkat, serta tidak dapat dicatatkan secara legal dalam dokumen kependudukan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | KHAIRIL UMAMI |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 05:36 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 05:36 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36529 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
