Alfanqodhi, Muhammad (2026) Analisis pandangan mahasiswa ponorogo terhadap fenomena childfree perspektif fiqh munakahat(studi kasus di kabupaten Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, Hukum keluarga islam.
Preview |
Text
skripsi-muhammad Alfan Qodhi-naskah.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
MUHAMMAD ALFAN QODHI. 2025. “Analisis Pandangan Mahasiswa
Ponorogo Terhadap Fenomena Childfree Perspektif Fiqh Munakahat”
(Studi Kasus Kabupaten Ponorogo)”. Skripsi. Fakultas Syariah Jurusan
Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri
(IAIN ) Ponorogo. Pembimbing Shofwatul Aini, M.S.I.
Kata kunci : Childfree, Fiqh Munakahat, Mahasiswa Ponorogo.
Fenomena childfree, yaitu keputusan pasangan untuk tidak
memiliki anak, telah menjadi topik hangat dalam masyarakat modern,
terutama di kalangan generasi muda seperti mahasiswa Ponorogo.
Keputusan ini sering dipengaruhi oleh faktor karier, ekonomi, kebebasan
pribadi, serta pengaruh media sosial. Dalam perspektif sosiologis,
childfree dipandang sebagai bentuk kebebasan individu yang menantang
norma tradisional keluarga. Namun, dalam konteks fiqh munakahat,
pernikahan memiliki tujuan spiritual dan sosial, termasuk melestarikan
keturunan (hifz nasl) sebagai bagian dari maqashid syariah.
Berdasarkan dari masalah di atas, peneliti tertarik menjadikannya
sebagai tugas akhir dengan rumusan masalah: 1) Bagaimana pemahaman
mahasiswa Ponorogo terhadap konsep childfree perspektif fiqh
munakahat? 2) Apa yang mempengaruhi cara pandang mahasiswa
Ponorogo terkait childfree perspektif fiqh munakahat?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif.
Sedangkan teknis pengumpulan data dengan melakukan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian
ini adalah analisis miles dan Huberman yaitu: reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, Mayoritas mahasiswa
Ponorogo memahami bahwa dalam fiqh munakahat, memiliki keturunan
adalah tujuan utama pernikahan sebagai bagian dari maqāṣid al-nikāḥ.
Namun, sebagian juga mengakui bahwa keputusan childfree dapat
dibenarkan secara syar’i jika didasari alasan kesehatan, psikologis, atau
ekonomi. Pandangan mahasiswa Ponorogo terhadap childfree dipengaruhi
oleh nilai agama, budaya lokal yang menjunjung pentingnya keturunan,
serta faktor pribadi seperti trauma, ketakutan menjadi orang tua, dan
tekanan ekonomi. Dalam fiqh munakahat, keputusan childfree dapat
dibenarkan jika alasan tersebut tidak bertentangan dengan prinsip syar’i
dan diputuskan melalui musyawarah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Shofwatul Aini M. S. I |
| Location: | Ponorogo |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 08:00 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 08:00 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36554 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
