Kholily, Lailun Nada (2025) Analisis Fikih Terhadap Influencer Media Sosial (Studi Kasus Bekicot Magetan). Undergraduate (S1) thesis, UIN KIAI AGENG MUHAMMAD BESARI PONOROGO.
Preview |
Text
E- THESES JURNAL LAILUN NADA KHOLILY.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Kholily, Lailun Nada 2025. ANALISIS FIKIH TERHADAP INFLUENCER MEDIA SOSIAL BEKICOT MAGETAN. Skripsi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo.Pembimbing Wahyu Saputra M. H. I.
Kata Kunci: Hukum Islam, Media Sosial, Influencer, Review Kuliner, Bekicot.
Perkembangan teknologi informasi menjadikan media sosial sebagai sumber utama referensi masyarakat, termasuk dalam ranah kuliner, sehingga melahirkan profesi Influencer yang mampu membentuk preferensi dan keputusan konsumsi publik. Fenomena ini menjadi problematik ketika Influencer secara masif me-review kuliner bekicot khas Magetan yang viral, padahal menurut mayoritas ulama Syafi’iyah dan Fatwa MUI, bekicot termasuk hewan hasyarat yang haram dikonsumsi. Ketidakhadiran penjelasan terkait perbedaan pendapat hukum Islam dalam review tersebut menimbulkan persoalan syubhat bagi masyarakat. Selain itu, promosi berbayar terhadap produk yang diharamkan berpotensi membuat akad ijarah (jasa/endorsement) tidak sah karena objek manfaatnya bertentangan dengan syariah. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk menganalisis hukum konsumsi bekicot serta menegaskan tanggung jawab dan etika Influencer dalam menyebarkan informasi kuliner agar tidak menimbulkan mafsadah dan tetap sesuai prinsip Fikih Muamalah.
Dari latar belakang, dapat ditarik rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Bagaimana perspektif hukum ijarah terhadap praktik review kuliner bekicot Magetan oleh Influencer muslim di media sosial? dan Bagaimana jasa review kuliner bekicot magetan oleh Influencer muslim dimedia social perspektif fikih bermedia sosial?
Penelitian yang peneliti lakukan merupakan penelitian kualitatif yaitu peneliti mengumpulkan data berupa kata-kata, tindakan, serta fenomena yang diamati langsung di lokasi studi kasus Bekicot Magetan dan pada akun media sosial Influencer. Data primer diperoleh dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta data sekunder.
Hasil Kesimpulan praktis dari analisis ini adalah bahwa praktik review kuliner Bekicot Magetan oleh influencer Muslim secara fikih dinilai haram. Berdasarkan etika bermedia sosial juga melanggar atau tidak memenuhi prinsip etika fiqih bermedia sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Wahyu Saputra M.H.Li |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 01:30 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 01:30 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36568 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
