Analisis Fikih Muamalah Pemikiran Wahbah Az-Zuhaili Terhadap Praktik Jual Beli Kredit Perabotan Rumah Tangga di Desa Pulung Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo

Mahmudah, Adisti Afni Vira (2026) Analisis Fikih Muamalah Pemikiran Wahbah Az-Zuhaili Terhadap Praktik Jual Beli Kredit Perabotan Rumah Tangga di Desa Pulung Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of 102210003_Adisti Afni Vira Mahmudah_Hukum Ekonomi Syariah.pdf]
Preview
Text
102210003_Adisti Afni Vira Mahmudah_Hukum Ekonomi Syariah.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Jual beli merupakan aktivitas muamalah yang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan masyarakat, termasuk praktik jual beli kredit perabotan rumah tangga
yang berkembang di Desa Pulung Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.
Praktik ini umumnya dilakukan melalui sistem cicilan mingguan yang ditawarkan
oleh penjual keliling kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. Namun
dalam pelaksanaannya, sering ditemukan ketidakjelasan akad, kurangnya
transparansi terkait denda keterlambatan, serta penarikan barang ketika pembeli
tidak mampu melanjutkan pembayaran cicilan, yang berpotensi menimbulkan
kerugian bagi salah satu pihak.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana tinjauan
fikih muamalah terhadap akad praktik jual beli kredit perabotan rumah tangga di
Desa Pulung Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo? dan 2) Bagaimana
tinjauan fikih muamalah terhadap denda dan penarikan barang pada praktik jual
beli kredit perabotan rumah tangga di Desa Pulung Kecamatan Pulung Kabupaten
Ponorogo?
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi,
dan dokumentasi terhadap penjual dan pembeli perabotan rumah tangga secara
kredit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Praktik jual beli kredit di
Kecamatan Pulung sah secara syariat karena barang diserahkan langsung dan
pembayaran bertempo jelas, dengan tambahan harga sebagai toleransi. Kredit
memudahkan ibu rumah tangga, namun kurangnya transparansi denda dan
penarikan menimbulkan risiko gharar. Perbaikan aturan akan menjadikan
transaksi lebih adil, aman, dan menguntungkan. 2) Berdasarkan tinjauan fikih
muamalah, praktik jual beli kredit tersebut pada dasarnya halal dan sah secara
syariat karena memenuhi unsur penyerahan barang dan kesepakatan pembayaran
bertempo. Meskipun demikian, masih terdapat kelemahan dalam kejelasan akad,
khususnya terkait ketentuan denda keterlambatan dan mekanisme penarikan
barang. Oleh karena itu, diperlukan kejelasan informasi mengenai jumlah cicilan,
jadwal pembayaran, denda, serta mekanisme penarikan barang agar transaksi lebih
transparan, adil, dan sesuai dengan prinsip kejujuran serta kemaslahatan dalam
fikih muamalah.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Muh. Maksum
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 09 Apr 2026 01:20
Last Modified: 09 Apr 2026 01:20
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36944

Actions (login required)

View Item View Item