Sholihah, Muhibatus (2026) Menggapai Al-Falah (Kebahagiaan) Perspektif Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab. Undergraduate (S1) thesis, UIN PONOROGO.
Preview |
Text
301220046_Muhibatus Sholihah_IAT.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Kebahagiaan merupakan tujuan utama dalam kehidupan manusia, namun dalam realitas modern sering dipahami secara sempit sebagai pencapaian material dan kesenangan duniawi. Paradigma tersebut sering menimbulkan kekosongan batin meskipun kebutuhan materi telah terpenuhi. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam menawarkan konsep kebahagiaan yang lebih komprehensif melalui berbagai istilah, salah satunya adalah al-falāḥ yang menggambarkan keberhasilan dan kebahagiaan yang mencakup dimensi dunia dan akhirat. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana konsep al-falāḥ dipahami dalam Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab serta relevansinya dalam merespons paradigma kebahagiaan materialistik di era modern.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara memperoleh al-falāḥ, faktor-faktor yang menghalangi tercapainya al-falāḥ, serta relevansi penafsiran M. Quraish Shihab tentang al-falāḥ sebagai konsep kebahagiaan dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui dokumentasi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat term al-falāḥ, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) dengan merujuk pada Tafsir Al-Mishbah sebagai sumber utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut M. Quraish Shihab, al-falāḥ merupakan kebahagiaan yang bersifat menyeluruh, meliputi keberhasilan duniawi dan keselamatan ukhrawi. Al-falāḥ dapat diraih melalui iman, ketakwaan, tazkiyatu al-nafs, sabar, dzikir, taubat, bersyukur, menjauhi perbuatan dosa, mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya, dan dermawan. Sebaliknya, beberapa hal yang dapat menghalangi tercapainya al-falāḥ antara lain kekafiran, kedzaliman, kedustaan, melakukan sihir dan kufur nikmat. Selain itu, konsep Al-falāḥ tidak meniadakan pentingnya aspek materi dalam kehidupan, melainkan menempatkannya secara seimbang dan proporsional dalam kerangka nilai-nilai spiritual dan moral. Dengan demikian, konsep al-falāḥ dalam Tafsir Al-Mishbah memberikan perspektif kebahagiaan yang lebih utuh dan seimbang, sehingga relevan dijadikan landasan dalam merespons paradigma kebahagiaan materialistik di tengah kehidupan modern.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Umar Faruq Thohir |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 01:41 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 01:41 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/36989 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
