ANALISIS KEPUTUSAN TIDAK MENIKAH PADA MASYARAKAT MIDDLE-AGED DALAM PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-SYARĪ‘AH DAN FUNGSIONALISME STRUKTURAL (STUDI KASUS DI DESA MOJOREJO KEBONSARI MADIUN)

Utami, Cindy Nurwahidah Putri (2026) ANALISIS KEPUTUSAN TIDAK MENIKAH PADA MASYARAKAT MIDDLE-AGED DALAM PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-SYARĪ‘AH DAN FUNGSIONALISME STRUKTURAL (STUDI KASUS DI DESA MOJOREJO KEBONSARI MADIUN). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of CINDY NURWAHIDAH_101220036 E THESES.pdf]
Preview
Text
CINDY NURWAHIDAH_101220036 E THESES.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
CINDY NURWAHIDAH PUTRI UTAMI. Analisis Keputusan Tidak Menikah Pada Masyarakat Middle-Aged Dalam Perspektif Maqāṣid Al-Syarī‘ah Studi Kasus Di Desa Mojorejo Kabupaten Madiun, Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Pembimbing : Dr. Lukman Santoso, M.H.
Kata Kunci: Tidak Menikah, Middle Aged, Maqāṣid Al-Syarī‘ah, Fungsionalisme Struktural.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena keputusan tidak menikah pada masyarakat middle-aged di Desa Mojorejo Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun yang dipicu keterbatasan ekonomi agraris, beban keluarga extended, dan kondisi fisik-sosial usia paruh baya, meskipun pernikahan merupakan sunnah mu'akkadah dalam Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor keputusan tidak menikah serta alternatif memelihara tujuan pernikahan dari perspektif maqāṣid al-syarī'ah menurut Jamaluddin Athiyah dan fungsionalisme struktural Talcott Parsons, difokuskan pada studi kasus masyarakat middle-aged Desa Mojorejo.
Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dengan 6 responden middle-aged (P, S, MJ, F, SO, dan T), Ustadz Dusun, tokoh agama, penghulu sebagai narasumber ahli, dan Kepala Desa, didukung data sekunder berupa dokumen literatur. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif model Miles dan Huberman yang dikaitkan kerangka teori ganda.
Terdapat dua rumusan masalah: 1) Apa faktor-faktor mendasari keputusan tidak menikah masyarakat middle-aged Desa Mojorejo menurut maqāṣid al-syarī'ah dan fungsionalisme struktural? 2) Bagaimana alternatif bagi masyarakat dengan keputusan tidak menikah dalam memelihara tujuan pernikahan berdasarkan perspektif maqāṣid al-syarī‘ah dan fungsionalisme structural?
Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, faktor utama meliputi ekonomi, beban keluarga, dan kondisi fisik dinilai Athiyah sah sebagai iḥtiyāṭ dengan prinsip dar' al-mafasid prioritas hifẓ al-māl/an-nafs, sementara Parsons menganalisis sebagai adaptasi AGIL yang jaga homeostasis desa. Kedua, alternatif efektif adalah puasa sunnah (hifẓ an-nafs), dakwah/gotong royong (hifẓ an-nasl), dan wakaf (hifẓ al-māl. Athiyah membenarkan sebagai maslahat kontekstual fleksibel, Parsons sebagai fungsi struktural lengkap. Dengan demikian, singlehood middle-aged dapat selaras maqāṣid syari’ah dan stabilitas sosial jika dilengkapi alternatif kontekstual ini.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Lukman Santoso
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 15 Apr 2026 01:28
Last Modified: 15 Apr 2026 01:28
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37051

Actions (login required)

View Item View Item