Rohmatin, Ayu Suci (2026) Analisis Praktik Produksi Ḥalālan Ṭayyiban Pelaku Usaha Tempe Kedelai Di Desa Putat Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
AYU SUCI ROHMATIN-102220024-HUKUM EKONOMI SYARIAH.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Prinsip ḥalālan ṭayyiban merupakan konsep fundamental dalam Islam yang mewajibkan produk pangan tidak hanya halal secara syariat, tetapi juga memenuhi aspek ṭayyib yaitu kebersihan, keamanan, dan kelayakan konsumsi.
Namun, dalam praktik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada produksi tempe kedelai skala rumah tangga, penerapan prinsip ini masih menghadapi berbagai persoalan. Permasalahan utama terletak pada pengetahuan
kehalalan bahan baku dan pada aspek ṭayyiban, seperti sanitasi lingkungan
produksi, kebersihan peralatan, dan standar pengolahan pangan yang belum
terkelola secara optimal. Kondisi tersebut ditemukan pada pelaku usaha tempe
kedelai di Desa Putat Kecamatan Geger Kabupaten Madiun yang sebagian besar
menjalankan usaha secara turun-temurun dengan sarana produksi yang terbatas.
Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana praktik produksi ḥalālan ṭayyiban dilakukan oleh pelaku usaha tempe kedelai di Desa Putat berdasarkan kerangka prinsip ḥalālan ṭayyiban? 2) Apa saja faktor kultural,
struktural, dan teknis yang menjadi penghambat maupun pendukung pelaku usaha
tempe kedelai dalam menerapkan prinsip ḥalālan ṭayyiban di Desa Putat?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
studi lapangan (filed research) dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima pelaku usaha tempe kedelai
di Desa Putat Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, dengan penerapan triangulasi
data untuk menjamin keabsahan temuan penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Praktik produksi tempe kedelai telah memenuhi aspek ḥalālan dari segi penggunaan bahan baku dan niat usaha, namun penerapan aspek ṭayyiban belum optimal, terutama pada kebersihan alat, sanitasi lingkungan produksi, dan standar pengemasan. 2) Secara kultural, kebiasaan turun temurun, nilai religius dan kesadaran moral pelaku usaha menjadi faktor pendukung, sementara kebiasaan produksi turun-temurun yang belum berorientasi pada standar kebersihan modern menjadi faktor penghambat. Dari aspek struktural, regulasi dan program sertifikasi halal mendukung penerapan prinsip tersebut, namun terbatasnya pembinaan dan akses informasi masih menjadi faktor penghambat. Adapun dari aspek teknis, penggunaan bahan baku yang relatif aman dan proses produksi sederhana menjadi faktor pendukung, sedangkan keterbatasan sarana produksi, sanitasi, dan peralatan yang belum memenuhi standar higienitas menjadi faktor penghambat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Khairil Umami |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 06:49 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 06:49 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37154 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
