Astutik, Puji (2026) Pembacaan Ayat-ayat Al-Quran dalam Tradisi Tedhak Siten (Studi Living Qur'an di Desa Balerejo Kebonsari Madiun). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
301220053_PUJI ASTUTIK_ Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Astutik, Puji, 2026. Pembacaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Tradisi Tedhak Siten
(Studi Living Qur’an di Desa Balerejo Kebonsari Madiun). Skripsi.
Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan
Dakwah. Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari
Ponorogo.
Pembimbing: Moh Alwy Amru Ghozali, S.Th.I, M.S.I
Kata kunci: Tradisi Tedhak Siten, pembacaan ayat Al-Qur’an, fenomenologi,
masyarakat Desa Balerejo.
Tradisi Tedhak Siten adalah salah satu warisan budaya Jawa yang masih
dipertahankan oleh masyarakat sampai sekarang. Aktivitas ini biasanya dilakukan
saat seorang anak pertama kali menginjakkan kaki di tanah, sebagai ungkapan rasa
syukur serta doa dari orang tua untuk masa depan anak mereka. Di Desa Balerejo,
Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, tradisi Tedhak Siten mencakup tidak
hanya unsur adat, tetapi juga mengintegrasikan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an.
Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara nilai budaya lokal dan nilai-nilai agama
dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna,
fungsi, dan motif pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam tradisi Tedhak Siten di
Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data
dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dengan tokoh masyarakat, pemuka
agama, dan pelaksana tradisi, serta dokumentasi yang relevan dengan pelaksanaan
tradisi tersebut. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, seperti
pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an
dalam tradisi Tedhak Siten mengandung berbagai makna, yaitu sebagai permohonan
doa kepada Allah SWT, ungkapan rasa syukur, serta harapan orang tua agar anak
memiliki kehidupan yang baik di masa depan. Selain itu, tradisi ini juga memiliki
peranan religius, sosial, dan kultural dalam masyarakat. Dari segi motif, masyarakat
melaksanakan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an didorong oleh faktor tradisi yang
diturunkan oleh nenek moyang, serta tujuan untuk mengharapkan keselamatan,
keberkahan, dan masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak mereka. Selain itu,
penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam
tradisi Tedhak Siten merupakan manifestasi dari akulturasi tradisi budaya Jawa
dengan nilai-nilai Islam yang berkembang dalam masyarakat. Praktik ini
menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menjaga tradisi dari nenek moyang,
tetapi juga mengadaptasinya dengan ajaran agama, sehingga tradisi tersebut tetap
relevan dan diterima oleh masyarakat hingga saat ini.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Moh.Alwy Amru Ghazali |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 07:43 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 07:43 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37289 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
