satriono, ari (2026) INVESTASI EMAS PERSPEKTIF IBNU ‘ĀSHŪR DALAM TAFSIR AT-TAḤRĪR WA AT-TANWĪR. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
INVESTASI EMAS PERSPEKTIF IBNU ‘ĀSHŪR DALAM TAFSIR AT-TAHRIR WA AT-TANWIR.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Satriono, Ari, 2026. Investasi Emas Perspektif Ibnu ‘Āshūr Dalam Tafsīr At-Taḥrīr
Wa At-Tanwīr. Skripsi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Jurusan Ilmu
Al-Qur’ān dan Tafsīr. Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad
Besari Ponorogo. Pembimbing: Moh. Alwy Amru Ghozali, S.Th.I, M.S.I
Kata Kunci: Investasi emas, Tafsīr maqāṣidī, harta, kanz, istitsmār.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep investasi emas dalam
perspektif tafsīr maqāṣidī Ibn ‘Āshūr dalam Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, serta
menelaah relevansinya dalam konteks ekonomi modern. Latar belakang penelitian
ini didasarkan pada meningkatnya praktik investasi emas yang tidak hanya
dipahami sebagai instrumen perlindungan nilai, tetapi juga berpotensi
menimbulkan persoalan terkait fungsi sosial dan produktivitas harta. Oleh karena
itu, diperlukan kerangka analisis yang tidak hanya normatif-legal, tetapi juga
substantif melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsīr
maqāṣidī dan analisis hermeneutika umum untuk memahami makna ayat-ayat Al
Qur’ān yang berkaitan dengan emas, khususnya Q.S. Ali ‘Imrān: 14, Q.S. At
Taubah: 34–35, Q.S. Az-Zukhruf: 35, dan Q.S. Al-Ḥajj: 23. Data primer diperoleh
dari Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, sedangkan data sekunder berasal dari literatur
terkait ekonomi Islam dan maqāṣid al-syarī‘ah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Ibn ‘Āshūr, larangan
penimbunan harta (kanz) tidak ditujukan pada kepemilikan emas itu sendiri,
melainkan pada terhentinya fungsi sosial dan ekonomi harta. Dalam kerangka
maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya ḥifẓ al-māl, harta dituntut untuk dikelola secara
produktif, beredar dalam aktivitas ekonomi, dan memberikan kemaslahatan yang
luas. Oleh karena itu, investasi emas dinilai sesuai dengan tujuan syariat apabila
mampu menjaga nilai kekayaan sekaligus mendorong pertumbuhan dan distribusi
manfaat ekonomi, sedangkan praktik penyimpanan pasif tanpa kontribusi ekonomi
cenderung mendekati konsep kanz yang dikritik Al-Qur’ān. Melalui pendekatan
hermeneutika, temuan ini menunjukkan bahwa investasi emas tidak hanya dinilai
dari aspek legalitas formal, tetapi juga dari kontribusinya terhadap keberlanjutan
ekonomi dan kesejahteraan sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Moh. Alwy Amru Ghozali |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 05:33 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 05:33 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37303 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
