Wardani, Widya (2026) ..(LAMPIRKAN SCANLEMBAR PERSETUJUAN (BERSTEMPEL), PENGESAHAN, KEASLIAN TULISAN, DAN TAMBAHKAN SCAN LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS BERMATERAI DENGAN TTD ASLI, UPLOAD ULANG)..Pemahaman Generasi Muda Desa Golan Dan Mirah Terhadap Larangan Pernikahan Antar Desa: Kajian Hukum Keluarga Islam. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
WIDYA WARDANI-101220207-HKI.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena mengenai larangan menikah anatara Desa Golan dan Mirah dalam pemahaman generasi muda Desa Golan dan Mirah, yang perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini menyangkut isu yang lebih luas tentang hubungan antara agama, budaya lokal dan hubungan dengan orang tua yang berbeda pendapat dan pemikiran, sehingga perlu adanya konsep bīrrul walīdaīn untuk menengahi permasalahan anatara generasi muda dengan generasi tua. Dengan demikian, Pemahaman generasi muda menjadi penting untuk dikaji karena merekalah yang akan menentukan keberlangsungan atau perubahan tradisi di masa depan. Apabila larangan pernikahan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum keluarga Islam, maka diperlukan upaya pemahaman yang komprehensif agar tidak terjadi pengaburan antara ajaran agama dan adat istiadat. Sebaliknya, apabila larangan tersebut memiliki dasar kemaslahatan tertentu, maka perlu dikaji secara objektif dalam kerangka ‘urf (adat kebiasaan) dalam hukum Islam.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana pandangan pemuda Desa Golan dan Mirah terhadap larangan pernikahan antara Desa Golan dan Mirah dalam perspektif Hukum Islam? (2) Bagaimana sikap atau tindakan generasi muda terhadap larangan pernikahan oleh orang tua antara desa Golan dan Mirah?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif lapangan atau penelitian yang didasarkan pada pengamatan atau data yang diperoleh dari lpangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman anatar generasi muda dengan generasi tua sudah banyak perbedaan. Kebanyakan dari generasi muda beranggapan bahwa larangan ini semacam mitos belaka dan tidak memiliki sangkut-pautnya terhadap kutukan pada zaman dulu. Generasi muda Kebanyakan tidak terlalu menganggap penting dengan larangan pernikahan ini, bahkan ada yang masih memiliki hubungan dengan antar Desa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Umarwan Sutopo |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 05 May 2026 01:28 |
| Last Modified: | 05 May 2026 01:29 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37403 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
