Munira, Muhammad Sirajam (2026) Peran Guru Rumpun Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Fear of Missing Out (FoMO) pada Peserta Didik di MAN 1 Magetan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
Preview |
Text
201220219_Muhammad Sirajam Munira_Pendidikan Agama Islam.pdf Download (3MB) | Preview |
Abstract
Tingginya intensitas penggunaan media sosial memunculkan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) di kalangan peserta didik. Kondisi ini memengaruhi kesejahteraan psikologis dan mengganggu konsentrasi belajar peserta didik. Guru rumpun Pendidikan Agama Islam sebagai penjaga moral terakhir memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman yang mendalam kepada peserta didik mengenai urgensi internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam setiap aspek kehidupan.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis: (1) Peran guru rumpun Pendidikan Agama Islam sebagai murabbi dalam menghadapi Fear of Missing Out (FoMO) pada peserta didik di MAN 1 Magetan, (2) Peran guru rumpun Pendidikan Agama Islam sebagai mu’allim dalam menghadapi Fear of Missing Out (FoMO) pada peserta didik di MAN 1 Magetan, (3) Peran guru rumpun Pendidikan Agama Islam sebagai muaddib dalam menghadapi Fear of Missing Out (FoMO) pada peserta didik di MAN 1 Magetan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dan penelitian lapangan (case study and field research). Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga menggunakan teknik triangulasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran guru rumpun Pendidikan Agama Islam sebagai murabbi dilakukan dengan membimbing peserta didik agar tidak menjadikan media sosial sebagai sumber utama validasi, menanamkan nilai-nilai Islam dan etika, membentuk karakter agar tidak mudah melakukan perbandingan sosial, membangun orientasi hidup berbasis nilai-nilai Islam, dan mengembangkan potensi dan minat peserta didik melalui kegiatan positif sebagai aktualisasi diri. (2) Peran guru rumpun Pendidikan Agama Islam sebagai mu’allim diwujudkan dengan menyampaikan materi secara sistematis dan kontekstual, seperti larangan riya’, adab berpakaian dan berhias, serta pola hidup sederhana. Guru juga memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kontrol kognitif agar peserta didik mampu menyaring informasi, bersikap selektif terhadap tren, serta menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan mempertimbangkan aspek maslahah dan mafsadah. (3) Peran guru rumpun Pendidikan Agama Islam sebagai muaddib dilakukan dengan membentuk adab dan karakter peserta didik melalui pembatasan penggunaan gawai, penanaman etika bermedia sosial, pembimbingan sesuai nilai-nilai Islam, dan pemberian keteladanan dalam penggunaan media sosial secara bijak dan selektif dalam merespons tren terbaru.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | M. Fathurahman |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 12 May 2026 03:46 |
| Last Modified: | 12 May 2026 04:00 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37644 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
