Sulaiman, Sulaiman (2026) Analisis Pandangan Mazhab Syafi'i Terhadap Kewajiban Ayah Memberi Nafkah Anak Pasca Perceraian. Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.
Preview |
Text
SULAIMAN-101210187-HKI.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Secara normatif dalam pemenuhan hak nafkah anak merupakan kewajiban bagi suami dalam hal ini istri juga diperbolehkan membantu suami dalam memenuhi hak nafkah kepada anak, namun pada akhirnya kewajiban seorang istri adalah mendidik dan mengasuh anak dalam batas umur 12 tahun atau sampai anak itu sudah mumayyiz dan dapat membedakan mana yang baik dan salah. Sedangkan dalam pandangan Mazhab Syaf’i memiliki pandang terkait nafkah anak yaitu bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah kepada anak-anak mereka, tidak hanya secara fisik seperti makanan, pakaian dan lain-lain, tetapi juga secara emosional dan pendidikan. Hal ini seharusnya orang tua harus memberikan perhatian, kasih sayang dan pendidikan yang baik kepada anak-anak mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Mazhab Syafi'i tentang kewajiban ayah memberi nafkah anak pasca perceraian dan realitasnya di Pondok Pesantren Nurul Akbar, Babadan, Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan anak-anak korban perceraian, wali atau ibu mereka, serta pengasuh pondok pesantren.
Penelitian ini memiliki rumusan masalah: (1) Bagaimana tinjauan Mazhab Syafi’i terhadap pemenuhan nafkah ayah terhadap anak pasca perceraian di Pondok Pesantren Nurul Akbar, Babadan, Ponorogo?, (2) Bagaimana pandangan Mazhab Syafi’i terhadap peralihan nafkah dari orang tua ke Pesantren Nurul Akbar, Babadan, Ponorogo.?
Hasil penelitian menunjukkan (1) bahwa menurut Mazhab Syafi’i, kewajiban ayah untuk memberikan nafkah kepada anak tidak gugur meskipun terjadi perceraian, selama anak belum mandiri. (2) Dalam pandangan mazhab Syafi’i, peralihan nafkah kepada pihak pondok pesantren sebenarnya tidak menghilangkan kewajiban ayah untuk tetap memberikan nafkah kepada anaknya. Pondok pesantren hanya berperan sebagai pihak yang membantu dalam pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan anaknya, untuk kewajiban nafkah tetap pada ayahnya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Udin Safala |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 18 May 2026 01:30 |
| Last Modified: | 18 May 2026 01:30 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37762 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
