Wahyuningprobo, Adhelita (2026) Kedudukan Aset Kripto Sebagai Harta Waris Perspektif Fikih Waris. Undergraduate (S1) thesis, UIN PONOROGO.
Preview |
Text
ADHELITA DYAH W. SKRIPSI ETHESIS HKI.pdf Download (782kB) | Preview |
Abstract
Wahyuningprobo, Adhelita Dyah. 2026. Kedudukan Aset Kripto sebagai Harta Waris Perspektif Fikih Waris. Skripsi. Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah. Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorog (UIN Ponorogo). Pembimbing Dr.Ahmad Junaidi., S.Ag, M.H.I
Kata Kunci: Aset Kripto, Harta Waris, Fikih Waris.
Perkembangan teknologi digital telah melahirkan bentuk kekayaan baru berupa aset kripto yang disimpan dan dikelola melalui sistem blockchain. Aset kripto memiliki karakteristik desentralisasi, berbasis kriptografi, serta tidak bergantung pada otoritas tunggal. Di satu sisi, aset kripto memiliki nilai ekonomis yang nyata dan diakui dalam sistem hukum positif di Indonesia sebagai komoditas digital. Namun di sisi lain, karakter teknologis tersebut menimbulkan persoalan baru dalam konteks pewarisan, khususnya terkait aspek kepemilikan, penguasaan, dan akses terhadap aset kripto yang disimpan dalam cold wallet.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kedudukan aset kripto sebagai harta waris ditinjau dari Fikih Waris? (2) Bagaimana solusi apabila kehilangan akses terhadap aset kripto ditinjau dari fiqh waris?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kedudukan aset kripto sebagai harta waris ditinjau dari fikih waris serta menganalisis kedudukan ahli waris dan solusi apabila kehilangan akses terhadap aset kripto ditinjau dari fikih waris.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data diperoleh dari literatur fikih waris, buku dan jurnal terkait aset kripto dan teknologi blockchain, serta peraturan perundang-undangan yang mengatur aset kripto di Indonesia. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menautkan konsep fikih waris dengan realitas teknologis pengelolaan aset kripto.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset kripto dapat dikualifikasikan sebagai harta (māl) dalam perspektif fikih waris karena memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, aset kripto secara normatif dapat menjadi objek waris. Namun, penyimpanan aset kripto dalam cold wallet menimbulkan problematika serius dalam pewarisan, terutama apabila pewaris tidak meninggalkan informasi akses berupa private key atau recovery seed. Kondisi tersebut berpotensi menghalangi ahli waris untuk menguasai harta warisan, sehingga tujuan hukum waris Islam untuk menjaga harta dan mewujudkan kemaslahatan bagi ahli waris tidak tercapai secara optimal. Dengan demikian, diperlukan kesadaran dan perencanaan pewarisan aset kripto agar selaras dengan prinsip perlindungan harta (ḥifẓ al-māl) dalam maqāṣid al-syarī‘ah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Ahmad Junaidi |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 19 May 2026 01:12 |
| Last Modified: | 19 May 2026 01:12 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/37866 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
