Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Gesek Tunai (Gestun) Shopee Paylater (Studi Kasus di Desa Karangan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo)

Dwi Anjani, Fera (2026) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Gesek Tunai (Gestun) Shopee Paylater (Studi Kasus di Desa Karangan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of 102220040_FERA DWI ANJANI_HUKUM EKONOMI SYARIAH.pdf.pdf]
Preview
Text
102220040_FERA DWI ANJANI_HUKUM EKONOMI SYARIAH.pdf.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Fera Dwi Anjani 2026. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Gesek Tunai (Gestun) Shopee Paylater (Studi Kasus di Desa Karangan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo). Skripsi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari. Pembimbing: Achmad Baihaqi, M.H.
Kata Kunci/Keywords: Gestun, Shopee Paylater, Hukum Islam, Fiqh Muamalah
Perkembangan teknologi finansial telah melahirkan fenomena penyimpangan transaksi berupa praktik gesek tunai (gestun) Shopee Paylater. Di Desa Karangan ini terdapat praktik manipulasi transaksi fiktif ini marak dilakukan masyarakat sebagai solusi instan untuk memperoleh dana tunai meskipun telah dilarang oleh regulator dan platform.
Penelitian ini memiliki rumusan masalah: (1) Bagaimana tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Gesek Tunai (Gestun) Shopee Paylater pada penyedia jasa gestun Ponorogo? (2) Bagaimana analisis kesadaran hukum dan kepatuhan hukum terhadap pengguna jasa gestun di Desa Karangan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo?. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis praktik gestun oleh penyedia jasa dalam perspektif hukum Islam, dan (2) menganalisis tingkat kesadaran serta kepatuhan hukum pengguna jasa gestun di Desa Karangan.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan satu penyedia jasa dan lima pengguna jasa di Desa Karangan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif menggunakan teori Hukum Islam, Kesadaran Hukum, dan Kepatuhan Hukum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Praktik gestun oleh penyedia jasa dilakukan melalui manipulasi akad jual beli fiktif demi keuntungan materiil. Secara substantif, praktik ini bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar fiqh muamalah karena mengandung unsur gharar (ketidakjelasan objek transaksi), tadlis (manipulasi dan penipuan sistem), hiyal (rekayasa akad), serta riba berlapis yang timbul dari akumulasi biaya jasa gestun dan bunga cicilan Shopee Paylater sebesar 2,95% per bulan. (2) Tingkat kesadaran dan kepatuhan hukum pengguna jasa di Desa Karangan tergolong rendah. Terdapat alasan kebutuhan ekonomi mendesak (urgent) dan kepraktisan teknologi menjadi pembenar utama bagi masyarakat untuk mengabaikan aturan formal. Kepatuhan hukum pengguna berada pada level compliance, yaitu patuh hanya demi menghindari sanksi hukum/sistem. Secara fiqh muamalah, tindakan pengguna tidak dapat dibenarkan karena tidak memenuhi kriteria darurat (dharurah) dalam syar’i dan hal justru menjerat masyarakat dalam praktik riba ganda yang merusak kemaslahatan harta.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Achmad Baihaqi
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 21 May 2026 08:43
Last Modified: 21 May 2026 08:43
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38041

Actions (login required)

View Item View Item