Peran Modin dalam Perkawinan di KUA Kecamatan Bungkal

Nuha, Firna Kamilatun (2026) Peran Modin dalam Perkawinan di KUA Kecamatan Bungkal. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of NASKAH SKRIPSI PUBLIKASI FIRNA.pdf]
Preview
Text
NASKAH SKRIPSI PUBLIKASI FIRNA.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pendaftaran perkawinan merupakan instrumen hukum yang krusial untuk menjamin kepastian administrasi serta perlindungan hak-hak pasangan di hadapan negara melalui Kantor Urusan Agama (KUA). Dalam praktiknya di masyarakat pedesaan, proses pendaftaran ini melibatkan sosok Modin sebagai figur sentral yang menjembatani calon mempelai dengan birokrasi KUA. Namun, secara yuridis, eksistensi Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) yang biasanya diemban oleh Modin telah resmi dihapus melalui Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/I Tahun 2015 tentang Penghentian P3N. Kebijakan ini memicu adanya kesenjangan antara regulasi formal pusat dengan realitas sosiologis di lapangan, khususnya di Kecamatan Bungkal.
Rumusan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada analisis mengenai peran Modin sebagai P3N dalam proses perkawinan di KUA Kecamatan Bungkal sebelum dan sesudah dicabutnya P3N dalam Instruksi Dirjen Bimas Islam No. DJ.II/I Tahun 2015 ditinjau dari Teori Fungsionalisme Struktural, serta kebijakan yang diambil oleh KUA Kecamatan Bungkal dalam mengakomodasi perkawinan melalui Modin setelah adanya pencabutan aturan tersebut.
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) serta menggunakan pendekatan yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan Kepala KUA Kecamatan Bungkal, staf KUA Kecamatan Bungkal, serta para Modin dan pengantin di wilayah tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tahun 2015 Modin memiliki kedudukan formal sebagai P3N yang membantu administrasi perkawinan di KUA. Setelah pencabutan P3N, secara struktural kedudukan tersebut memang dihapus, namun secara sosial dan fungsional peran Modin tetap bertahan dan bahkan semakin dibutuhkan masyarakat. Modin berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan KUA, membantu verifikasi data calon pengantin, serta menjadi sistem peringatan dini (early warning system) dalam memastikan validitas data perkawinan. Selain itu, kebijakan KUA Bungkal yang tetap mengakomodasi peran Modin mencerminkan adanya penyesuaian antara aturan formal negara dengan realitas sosial masyarakat. Ditinjau dari teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons, peran Modin masih menjalankan fungsi AGIL, yaitu adaptation, goal attainment, integration, dan latency, sehingga keberadaannya tetap dipertahankan karena memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan sistem sosial masyarakat Kecamatan Bungkal.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Nahrowi
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 02 Jun 2026 05:46
Last Modified: 02 Jun 2026 05:46
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38525

Actions (login required)

View Item View Item