Konstruksi Tradisi Pernikahan Malem Songo Pada Masyarakat Desa Tulungagung Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro Dalam Perspektif ‘Urf

Karimah, Iffah (2026) Konstruksi Tradisi Pernikahan Malem Songo Pada Masyarakat Desa Tulungagung Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro Dalam Perspektif ‘Urf. Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.

[thumbnail of ETHESIS SKRIPSI_IFFAH KARIMAH.pdf]
Preview
Text
ETHESIS SKRIPSI_IFFAH KARIMAH.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
Karimah, Iffah 2026. KONSTRUKSI TRADISI PERNIKAHAN MALEM SONGO PADA MASYARAKAT DESA TULUNGAGUNG KECAMATAN MALO KABUPATEN BOJONEGORO DALAM PERSPEKTIF ‘URF. Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Dr. H. Shofwan Al Jauhari, M.H.I., M.Pd.I.
Kata Kunci/ Keywords : Konstruksi, Pernikahan Malem Songo,‘Urf.
Pernikahan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dan perempuan sebagai suami istri yang bertujuan membentuk keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah. Selain diatur oleh hukum Islam, pernikahan juga tidak terlepas dari tradisi yang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu tradisi pernikahan yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa, khususnya di Desa Tulungagung Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, adalah tradisi pernikahan malem songo, yaitu pelaksanaan akad nikah pada malam ke-29 bulan Ramadan. Tradisi ini diyakini membawa keberkahan karena bertepatan dengan malam-malam ganjil di akhir Ramadan yang berpotensi sebagai Lailatul Qadhar, sekaligus berfungsi sebagai alternatif dari kerumitan sistem perhitungan Jawa seperti weton dan neptu
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana konstruksi tradisi pernikahan malem songo pada masyarakat Desa Tulungagung Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro? Bagaimana konstruksi tradisi pernikahan malem songo dievaluasi dengan perspektif ‘urf?
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi tokoh agama, tokoh masyarakat, modin desa, staf KUA, serta pasangan yang melaksanakan pernikahan pada malem songo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pernikahan malem songo di Desa Tulungagung terkonstruksi melalui pewarisan turun-temurun dan transmisi lisan. Tradisi ini dimaknai berbeda oleh para narasumber, yakni sebagai bagian dari kosmologi Jawa, nilai religius Islam, serta pertimbangan praktis dalam pelaksanaan pernikahan. Malem songo juga berfungsi sebagai alternatif dari kerumitan perhitungan weton Jawa dan diperkuat oleh tingginya partisipasi masyarakat, efisiensi ekonomi, serta penyesuaian pelayanan KUA. ditinjau dari perspektif ‘urf, tradisi ini termasuk ‘urf ‘amali dan ‘urf khas. Tradisi ini memiliki dimensi sosial-budaya yang dapat dikategorikan sebagai ‘urf sahih karena tidak bertentangan dengan syariat. Namun, keyakinan bahwa malem songo dapat menentukan nasib rumah tangga berpotensi mengarah pada ‘urf fasid karena mendekati tathayyur yang bertentangan dengan prinsip tauhid. Oleh karena itu, tradisi ini dapat dilestarikan selama dipahami sebagai budaya dan tidak diyakini secara berlebihan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 05 Jun 2026 08:20
Last Modified: 05 Jun 2026 08:20
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38682

Actions (login required)

View Item View Item