Najafi, Reza Rizqi (2026) Analisis Hukum Islam Terhadap Jasa Kurir Mitra Di Shopee Express Madiun. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
Naskah Skripsi Etheses.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Najafi, Reza Rizqi 2026. Analisis Hukum Islam Terhadap Jasa Kurir Mitra Di
Shopee Express Madiun, Skripsi. Program Studi Hukum Ekonomi
Syariah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng
Muhammad Besari Ponorogo, Pembimbing Dr. Rifah Roihanah, S.H,
M.Kn
Kata Kunci/Keyword: Hukum Islam, Akad Ijārah, Kurir Mitra, Shopee
Express, Maqāṣid Sharī‘ah.
Perkembangan ekonomi digital telah mendorong munculnya pola
hubungan kerja berbasis kemitraan, termasuk pada layanan pengiriman barang
seperti Shopee Express di Kabupaten Madiun. Sistem kemitraan ini
menempatkan kurir sebagai mitra yang memperoleh upah berdasarkan jumlah
paket yang berhasil dikirim. Meskipun memberikan fleksibilitas kerja dan
kemudahan akses pekerjaan, praktik tersebut menimbulkan persoalan terkait
kejelasan akad, kepastian upah, pembagian risiko kerja, serta perlindungan hak
kurir. Fenomena ini relevan dianalisis menggunakan teori akad ijārah dan
pendekatan maqāṣid sharī‘ah untuk menilai kesesuaiannya dengan prinsip
keadilan dan kemaslahatan dalam hukum Islam.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana
praktik akad pengupahan jasa kurir mitra Shopee Express di Kabupaten
Madiun perspektif hukum Islam? (2) Bagaimana perlindungan hak-hak kurir
mitra Shopee Express perspektif hukum Islam?
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field
research) dengan pendekatan kualitatif dan empiris. Data diperoleh melalui
wawancara dengan kurir mitra Shopee Express serta dokumentasi yang
relevan, kemudian dianalisis menggunakan teori akad ijārah dan konsep
maqāṣid sharī‘ah.
Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kemitraan kurir
mitra Shopee Express secara konsep mendekati akad ijārah al-a‘māl karena
terdapat pemanfaatan jasa dengan imbalan tertentu. Namun, dalam
pelaksanaannya belum sepenuhnya memenuhi prinsip keadilan dan kepastian
akad, khususnya terkait ketidakpastian pendapatan, pembebanan biaya
operasional dan risiko kerja kepada kurir, serta belum optimalnya perlindungan
sosial. Dari perspektif maqāṣid sharī‘ah, kondisi tersebut belum sepenuhnya
mencerminkan perlindungan terhadap jiwa (ḥifẓ an nafs) dan harta (ḥifẓ al
māl). Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem kemitraan agar lebih selaras
dengan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan hak pekerja dalam
hukum Islam.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Rif'ah Roihanah |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 02:07 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 02:07 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38935 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
