Fathona, Annisa Sallis (2026) Penitipan Orang Tua Lansia Di Panti Lansia Dhuafa Jetis Ponorogo Perspektif Birrul Walidain Yazid Bin Abdul Qadir Jawas. Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.
Preview |
Text
Naskah E Thesis Annisa Sallis.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Fathona, Annisa Sallis 2026. Penitipan Orang Tua Lansia di Panti Lansia Dhuafa Jetis Ponorogo Perspektif Birrul Walidain Yazid bin Abdul Qodir Jawas. Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Kyai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (UIN) Ponorogo. Pembimbing : Shofwatul Aini, M.S.I.
Kata Kunci/Keywords : Penitipan Lansia, Birrul Walidain, Tanggung Jawab Anak, Panti Dhuafa, Yazid bin Abdul Qodir Jawas.
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya Fenomena penitipan orang tua lanjut usia di panti sosial yang semakin meningkat seiring dengan perubahan sosial dan dinamika keluarga modern. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana tanggung jawab anak tetap dijalankan setelah orang tua berada di panti. Dalam ajaran Islam, kewajiban berbakti kepada orang tua (birrul walidain) memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan seorang Muslim. Oleh karena itu, praktik penitipan lansia perlu dikaji lebih dalam, khususnya dalam perspektif pemikiran Yazid bin Abdul Qodir Jawas yang menekankan pentingnya tanggung jawab anak sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Rumusan masalah dalaam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana praktik penitipan lansia di panti dhuafa perspektif Yazid bin Abdul Qodir Jawas? dan (2) Bagaimana pemenuhan kewajiban anak terhadap orang tua di panti lansia dalam perspektif Yazid bin Abdul Qodir Jawas?
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan perspektif normatif keislaman. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dengan pengurus panti dan lansia, serta dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan menggunakan konsep birrul walidain menurut Yazid bin Abdul Qodir Jawas sebagai pisau analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penitipan lansia di Panti Dhuafa Jetis Ponorogo memiliki dua pola, yaitu lansia yang dibawa oleh dinas sosial dalam kondisi terlantar serta lansia yang dititipkan langsung oleh anak dengan berbagai alasan seperti kesibukan kerja atau bekerja di luar daerah. Dalam perspektif Yazid bin Abdul Qodir Jawas, penitipan orang tua tidak serta-merta terlarang selama tidak menghilangkan kewajiban anak untuk tetap berbakti. Namun, berdasarkan temuan penelitian pada enam lansia, pemenuhan kewajiban anak menunjukkan variasi kondisi. Pada sebagian kasus kewajiban tersebut belum terpenuhi secara optimal karena tidak adanya kontribusi, perhatian, maupun komunikasi dari keluarga, sementara pada kasus lainnya masih terdapat komunikasi dan kunjungan meskipun orang tua tinggal di panti. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi birrul walidain belum sepenuhnya terwujud secara menyeluruh dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Shofwatul Aini |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 06:26 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 06:26 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38971 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
