Nurwahyu, Sarah Eka (2026) ..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, TAMBAHKAN MATERAI PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG).. BRANDING PRODUK MIE PEDAS ALA GACOAN PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.
Preview |
Text
SKRIPSI-SARAH EKA NURWAHYU ROBIKI.pdf Download (3MB) | Preview |
Abstract
Sarah Eka Nurwahyu Robiki, 2026. Branding Produk Mie Pedas Ala Gacoan Perspektif Etika Bisnis Islam dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Skripsi, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Dr. Hj. Rohmah Maulidia, M.Ag.
Kata Kunci: Branding, Etika Bisnis Islam, Undang-Undang Merek, UMKM.
Fenomena populernya merek Mie Gacoan memicu munculnya berbagai UMKM kuliner yang mengadopsi identitas visual serupa, salah satunya adalah Mie pedas ala Gacoan di Jalan Menur, Ponorogo. Praktik branding ini seringkali hanya mengejar keuntungan instan dengan memanfaatkan reputasi merek terkenal, sehingga berpotensi menyesatkan konsumen dan melanggar hak kekayaan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik branding Mie pedas ala Gacoan ditinjau dari perspektif Etika Bisnis Islam dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan konsumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan teori Etika Bisnis Islam dan ketentuan hukum merek di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dalam perspektif Etika Bisnis Islam, praktik branding Mie pedas ala Gacoan belum sepenuhnya memenuhi prinsip muamalah. Meskipun pelaku usaha bertanggung jawab terhadap kualitas rasa, namun strategi peniruan visual yang menimbulkan kebingungan merek (brand confusion) pada konsumen senior mencederai prinsip kejujuran (As-Siddiq) dan mengandung unsur penyesatan (Tadlis). (2) Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2016, praktik branding tersebut memenuhi unsur persamaan pada pokoknya, meliputi kemiripan fonetik, komposisi warna, dan tipografi dominan yang identik dengan Mie Gacoan. Tindakan ini juga mengindikasikan adanya itikad tidak baik berupa pendomplengan reputasi (passing off) yang dapat berdapak pada sengketa hukum di kemudian hari. Peneliti menyarankan agar pelaku UMKM mulai membangun orisinalitas merek demi menjamin keberlangsungan dan keberkahan usaha.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Rohmah Maulidia |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 02:36 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 02:36 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/39158 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
