Peran Grandparenting Dalam Membentuk Kemampuan Sosial Anak Kelas Bawah Di MIN 2 Ponorogo

Tazakka, Afwan (2026) Peran Grandparenting Dalam Membentuk Kemampuan Sosial Anak Kelas Bawah Di MIN 2 Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, UIN PONOROGO.

[thumbnail of E-thesis_Afwan Tazakka.pdf]
Preview
Text
E-thesis_Afwan Tazakka.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
Tazakka, Afwan. 2026. Peran Grandparenting dalam Membentuk Kemampuan
Sosial Anak Kelas Bawah di MIN 5 Ponorogo. Skripsi, Program Studi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN
Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah,
M.Ag.
Kata Kunci: Grandparenting, Kemampuan Sosial, Anak Kelas Bawah, Pengasuhan.
Kemampuan sosial menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan anak
kelas bawah, karena pada fase ini anak mulai belajar berinteraksi, bekerja sama,
menyesuaikan diri, serta membangun hubungan dengan guru dan teman sebaya. Namun,
dalam realitasnya, tidak semua anak tumbuh dalam pengasuhan langsung orang tua
kandung. Di MIN 5 Ponorogo, ditemukan sejumlah siswa yang diasuh oleh kakek dan
nenek karena orang tua bekerja di luar daerah, luar negeri, atau karena kondisi keluarga
tertentu. Pola pengasuhan grandparenting tersebut menghadirkan dinamika tersendiri
yang berpengaruh terhadap pembentukan kemampuan sosial anak di lingkungan sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pola dan karakteristik
pengasuhan grandparenting pada siswa kelas bawah di MIN 5 Ponorogo, (2)
menganalisis manifestasi kemampuan sosial siswa yang diasuh dalam pola tersebut di
lingkungan sekolah, (3) mengkaji dinamika peran grandparenting dalam membentuk
kemampuan sosial anak kelas bawah. Fokus kajian meliputi karakteristik pengasuhan di
rumah, bentuk kemampuan sosial anak di sekolah, dan hubungan antara keduanya dalam
proses pembentukan perilaku sosial anak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi
kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Informan penelitian meliputi kakek-nenek sebagai pengasuh utama, guru
kelas bawah, waka kesiswaan, dan kepala madrasah. Data dianalisis menggunakan model
Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta
penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan
triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan grandparenting pada siswa
kelas bawah di MIN 5 Ponorogo cenderung ditandai oleh kehangatan emosional,
kedekatan, dan pembiasaan sosial dasar, tetapi pada sebagian kasus kontrol, aturan, dan
konsistensi disiplin masih bersifat longgar atau situasional. Manifestasi kemampuan
sosial siswa menunjukkan variasi, yakni sebagian anak mampu berkomunikasi dan
bergaul dengan cukup baik, tetapi masih memerlukan penguatan berulang dalam kerja
sama, empati, pengendalian emosi, dan kepatuhan terhadap aturan sekolah, sedangkan
sebagian lainnya menunjukkan hambatan yang lebih nyata pada aspek regulasi emosi,
partisipasi kelompok, dan penyesuaian diri. Dinamika peran grandparenting dalam
penelitian ini bersifat ganda, yaitu memberikan rasa aman, kelekatan, dan pembiasaan
sosial dasar, namun juga menghadapi hambatan pada aspek kontrol perilaku,
pendampingan belajar, konsistensi aturan, dan pengawasan keseharian anak. Dalam
kondisi tersebut, sekolah berperan penting sebagai lingkungan sosial formal yang
memperkuat dan mengarahkan perkembangan kemampuan sosial anak melalui
pembiasaan, aturan, bimbingan, serta kolaborasi dengan pengasuh.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Evi Muafiah
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 18 Jun 2026 00:39
Last Modified: 18 Jun 2026 00:39
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/40226

Actions (login required)

View Item View Item