Pandangan Ulama NU Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Terhadap Perjanjian Perkawinan Dalam Perspektif Maslahah Mursalah

Yusuf, Muhammad Zaki (2025) Pandangan Ulama NU Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Terhadap Perjanjian Perkawinan Dalam Perspektif Maslahah Mursalah. Undergraduate (S1) thesis, UIN PONOROGO.

[thumbnail of SKRIPSI- Zaki ACC_removed.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI- Zaki ACC_removed.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Ketegangan antara praktik perjanjian pra-nikah (prenuptial agreement) yang semakin umum dengan nilai-nilai Islam tradisional tentang pernikahan sebagai ikatan suci dan abadi menimbulkan perspektif yang memicu pro-kontra. Di satu sisi, perjanjian ini dilihat sebagai alat praktis untuk melindungi hak-hak suami-istri, mencegah konflik, dan mencapai harmoni rumah tangga (didukung UU No. 1/1974 Pasal 29 dan KHI Pasal 45-52). Di sisi lain, dikritik sebagai hal yang tabu yang mencerminkan ketidakpercayaan dan bertentangan dengan hakikat pernikahan sebagai ikatan kuat serta tujuan membentuk keluarga bahagia berdasarkan Ketuhanan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi terhadap perjanjian perkawinan (pra nikah) dalam upaya menjaga keharmonisan rumah tangga, yang dianalisis melalui perspektif Mas}lahah Mursalah, mengingat pentingnya perlindungan hak dan kewajiban suami istri serta menanggapi dinamika sosial dan budaya modern yang menuntut kesetaraan dan keamanan dalam pernikahan.
Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini yakni Bagaiamana pandangan Ulama NU di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi terhadap urgensi perjanjian perkawinan bagi keharmonisan rumah tangga dalam perspektif Mas}lahah Mursalah? Bagaimana pandangan Ulama NU di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi terhadap implikasi perjanjian perkawinan terhadap keharmonisan rumah tangga dalam perspektif Mas}lahah Mursalah?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, adapun teori yang digunakan adalah teori Mas}lahah Mursalah.
Adapun hasil dari penelitian yakni Perjanjian perkawinan, mayoritas Para Ulama sepakat bahwa urensi perjanjian perkawinan penting untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga dengan memberikan kejelasan hak dan kewajiban, serta mengurangi potensi konflik di masa depan. Perjanjian ini mendorong komunikasi terbuka, melindungi aset, dan menyediakan kejelasan hukum terutama dalam situasi perceraian atau kematian. Adapun implikasi perjanjian perkawinan dapat memberikan kejelasan hak, kewajiban, dan perlindungan aset sehingga mengurangi konflik, serta membantu pembagian peran rumah tangga dan hak asuh anak. Perjanjian perkawinan dalam perspektif Mas}lahah Mursalah berperan penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dengan memberikan kejelasan hak dan kewajiban antara suami istri. Perjanjian ini mampu melindungi jiwa, kehormatan, harta, mental, dan keturunan sehingga mengurangi potensi konflik dalam keluarga. Mayoritas informan setuju bahwa perjanjian perkawinan diperbolehkan jika tujuan utamanya adalah menciptakan kedamaian dan stabilitas rumah tangga. Namun, penerapannya di wilayah Paron harus disesuaikan dengan nilai-nilai lokal seperti kebersamaan dan gotong royong agar tidak menimbulkan ketegangan sosial.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Khusniati Rofiah
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 18 Jun 2026 08:31
Last Modified: 18 Jun 2026 08:31
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/40461

Actions (login required)

View Item View Item