..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG).. PEMENUHAN HAK DAN KEWAJIBAN PASANGAN SUAMI ISTRI LONG DISTANCE MARRIAGE DI KELURAHAN PAJU PONOROGO DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH

NUHA, MUHAMAD ULIN (2026) ..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG).. PEMENUHAN HAK DAN KEWAJIBAN PASANGAN SUAMI ISTRI LONG DISTANCE MARRIAGE DI KELURAHAN PAJU PONOROGO DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH. Undergraduate (S1) thesis, UIN KIAI AGENG MUHAMMAD BESARI PONOROGO.

[thumbnail of 101210122_MUHAMAD ULIN NUHA_HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf]
Preview
Text
101210122_MUHAMAD ULIN NUHA_HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
Ulin Nuha, Muhamad, 2026. “Pemenuhan Hak dan Kewajiban Pasangan Suami Istri Long Distance Marriage di Kelurahan Paju Ponorogo dalam Perspektif Maqasid Syariah,”, Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari. Pembimbing, Imroatul Munfaridah, M.S.I
Kata Kunci: Long Distance Marriage, Hak dan Kewajiban, Maqasid Syariah.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi keterbatasan ekonomi dalam pemenuhan rumah tangga terutama di Kelurahan Paju Kabupaten Ponorogo sehingga mendorong salah satu pasangan suami istri untuk merantau ke luar daerah bahkan luar negeri, sehingga memunculkan praktik Long Distance Marriage (LDM). Keadaan ini menyebabkan pasangan harus menjalani kehidupan rumah tangga secara terpisah dalam jangka waktu lama, yang berdampak pada tidak optimalnya pemenuhan hak dan kewajiban suami istri, baik dalam aspek nafkah lahir maupun batin, komunikasi, serta pengasuhan anak. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan ketidakharmonisan rumah tangga dan menimbulkan persoalan dalam mewujudkan tujuan pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, menganalisis pola pemenuhan hak dan kewajiban pasangan Long Distance Marriage di Kelurahan Paju Kabupaten Ponorogo; kedua, mengkaji strategi yang dilakukan pasangan Long Distance Marriage dalam menjaga keharmonisan rumah tangga; dan ketiga, menganalisis praktik pemenuhan hak dan kewajiban suami istri pada pasangan Long Distance Marriage dalam perspektif Maqāṣid Syariah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan utama yang merupakan pelaku long distance marriage di Desa Paju. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan bersifat empiris dengan mengaitkan temuan lapangan dengan teori Hukum Keluarga Islam dan perspektif maqasid syariah.
Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, perspektif maqāṣid syariah terhadap pemenuhan hak dan kewajiban pasangan long distance marriage (LDM) di Kelurahan Paju menunjukkan bahwa nafkah lahir relatif terpenuhi melalui pengiriman uang secara berkala, sedangkan nafkah batin dilakukan melalui komunikasi digital. Praktik ini berkaitan dengan upaya menjaga harta (ḥifẓ al-māl) melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga, menjaga agama (ḥifẓ al-dīn) melalui komitmen menjalankan kewajiban rumah tangga sesuai syariat, menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs) melalui upaya menjaga ketenangan dan keharmonisan keluarga, serta menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl) melalui tanggung jawab terhadap keberlangsungan keluarga dan pengasuhan anak. Meskipun demikian, praktik tersebut masih menghadapi tantangan pada aspek kedekatan emosional, pengawasan keluarga, dan intensitas interaksi langsung antara pasangan maupun anak. Kedua, perspektif maqāṣid syariah terhadap strategi pasangan LDM dalam menjaga keharmonisan rumah tangga menunjukkan bahwa komunikasi intensif, keterbukaan, dan saling percaya menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keluarga. Strategi tersebut sejalan dengan prinsip maqāṣid syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs), menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), karena mampu menciptakan ketenangan, meminimalisasi konflik, serta mempertahankan keutuhan rumah tangga. Dengan demikian, praktik long distance marriage yang dijalani pasangan di Kelurahan Paju dapat dikategorikan sebagai maslahat ḥājiyyāt, yaitu kebutuhan sekunder yang bertujuan memberikan kemudahan dan menghindarkan keluarga dari kesulitan ekonomi maupun sosial.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: IMROATUL MUNFARIDAH
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 22 Jun 2026 00:21
Last Modified: 22 Jun 2026 00:21
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/40763

Actions (login required)

View Item View Item