Alfikri, Fahmi Azka (2026) Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Penetapan Dispensasi Kawin Di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun Perspektif Perlindungan Anak Dan Saddu Dhari'ah (Studi Penetapan Nomor 178/Pdt.P/2025/PA.Kab.Mn Dan 255/Pdt.P/2025/PA.Kab.Mn). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
Skripsi Ethesess - Fahmi Azka Alfikri - Naskah.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Fenomena permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun pasca perubahan batas usia minimal pernikahan menjadi 19 tahun menunjukkan dinamika yang kompleks. Salah satu isu yang menonjol adalah adanya permohonan dispensasi yang diajukan tanpa kondisi kehamilan, namun tetap dikabulkan oleh hakim. Penelitian ini difokuskan pada analisis terhadap dua penetapan, yaitu penetapan Nomor 178/Pdt.P/2025/PA.Kab.Mn dan Nomor 255/Pdt.P/2025/PA.Kab.Mn, guna membedah dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut melalui kacamata perlindungan anak dan konsep hukum Islam saddu dharī’ah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi perkawinan tanpa kehamilan dalam penetapan nomor 178/Pdt.P/2025/PA.Kab.Mn dan nomor 255/Pdt.P/2025/PA.Kab.Mn perspektif perlindungan anak dan saddu dharī’ah. Selain itu penelitian ini juga menganalisis kesesuaian prinsip perlindungan anak dan penerapan saddu dharī’ah dalam praktik mengabulkan dispensasi kawin tanpa kehamilan pada kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat normatif-empiris. Data utama dikumpulkan melalui dokumentasi penetapan dan wawancara mendalam dengan hakim di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun untuk memahami rasio decidendi dibalik penetapan tersebut. Analisis dilakukan dengan mengkaji hasil wawancara dengan hakim dan pertimbangan hakim serta fakta-fakta hukum dalam persidangan, kemudian dihubungkan kesesuaiannya dengan prinsip perlindungan anak dan konsep saddu dharī’ah, terakhir menarik kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertimbangan hakim dalam mengabulkan dispensasi perkawinan tanpa kehamilan didasari oleh upaya saddu dharī’ah untuk mencegah perbuatan zina yang lebih jauh, karena kedua calon mempelai telah memiliki hubungan yang sangat erat dan melampaui norma. Namun, dari perspektif perlindungan anak, meski hakim telah memberikan nasihat mengenai risiko pernikahan dini, fokus utama penetapan masih cenderung pada penyelesaian masalah moral-sosial sesaat ketimbang perlindungan substantif terhadap hak pendidikan dan kesehatan reproduksi anak. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip kepentingan terbaik bagi anak belum diterapkan hakim secara substantif sepenuhnya dalam kedua penetapan dan seringkali harus berhadapan dengan dilema sosial yang memaksa hakim mengambil jalan pintas melalui jalur pernikahan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Nahrowi |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 01:47 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 01:49 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/40824 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
