Putri, Sheren Chalista (2026) ANALISIS PRAKTIK SISTEM COD-CEK DULU DI E-COMMERCE SHOPEE PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KUH PERDATA (Studi Kasus Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
SKRIPSI_SHEREN_E-THESIS.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Putri, Sheren Chalista 2026. Analisis Praktik Sistem COD-Cek Dulu Di E-Commerce Shopee Perspektif Hukum Islam Dan KUH-Perdata. Skripsi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing : Muh. Maksum, M.E.Sy.
Kata Kunci/Keywords : Perjanjian E-Commerce, COD Cek Dulu, Khiyār al-Ru'yah, KUHPer, Perlindungan Konsumen.
Shopee sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia menyediakan berbagai metode pembayaran, salah satunya Cash on Delivery (COD), untuk meningkatkan sistem pembayaran di tempat (COD) dan mempermudah konsumen, Shopee telah memperkenalkan metode pembayaran tambahan yang disebut COD-Cek Dulu, yang dapat dipilih oleh pelanggan untuk meminimalkan potensi risiko keamanan. Melalui metode ini, pengguna Shopee memiliki opsi untuk mengembalikan paket yang diterima jika ternyata produk yang diterima tidak sesuai dengan pesanan, dengan syarat menyertakan bukti berupa foto atau video. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara ketentuan normatif dan implementasi empiris dalam sistem COD-Cek Dulu di Shopee.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana wanprestasi yang dilakukan oleh kurir dalam praktik COD-Cek Dulu pada E-Commerce Shopee perspektif Hukum Islam dan KUH Perdat serta bagaimana pengembalian barang oleh konsumen dalam praktik COD-Cek Dulu pada E-Commerce Shopee perspektif Hukum Islam dan KUH Perdata?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan (field research) di Kabupaten Ponorogo. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan pembeli, penjual, dan kurir pengguna sistem COD-Cek Dulu Shopee, serta observasi dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deduktif dengan membandingkan temuan empiris dengan teori Hukum Islam tentang khiyār (khususnya khiyār al-ru'yah) dan ketentuan perjanjian dalam KUHPer.
Hasil penelitian mengungkap kesenjangan antara norma dan praktik fitur COD-Cek Dulu di Shopee. Pertama, kurir melakukan wanprestasi dengan tidak memfasilitasi hak konsumen mengecek barang sebelum pembayaran, bertentangan dengan prinsip dalam Hukum Islam serta Pasal 1234 dan 1243 KUH Perdata. Kedua, akibat wanprestasi tersebut, mekanisme pengembalian barang yang seharusnya sederhana dan langsung di tempat berubah menjadi rumit dan berbelit. Konsumen tidak bisa mengembalikan barang di hadapan kurir, melainkan harus melalui proses return pasca-pembayaran dengan biaya ditanggung sendiri. Esensi fitur sebagai instrumen perlindungan pun hilang, bergeser menjadi sumber masalah baru. Temuan ini menegaskan bahwa kepastian hukum sangat bergantung pada konsistensi eksekusi di lapangan, bukan sekadar ketentuan normatif.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Muh. Maksum, M.E.Sy |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 02:27 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 02:27 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41001 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
