Status Hukum Anak dari Kehamilan di Luar Nikah dalam Perkawinan Beda Agama Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif : Studi Kasus di Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri

Rofiah, Riska Lailatul (2026) Status Hukum Anak dari Kehamilan di Luar Nikah dalam Perkawinan Beda Agama Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif : Studi Kasus di Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Undergraduate (S1) thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI AGENG MUHAMMAD BESARI PONOROGO.

[thumbnail of skripsi baru.pdf]
Preview
Text
skripsi baru.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Riska Lailatul Rofiah, Status Hukum Anak Dari Kehamilan Di Luar Nikah Dalam Perkawinan Beda Agama Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif: Studi Kasus Di Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Yulian Masruroh, S.H.,M.E.
Kata Kunci: Status Anak, Kehamilan di Luar Nikah, Perkawinan Beda Agama, Hukum Islam, Hukum Positif.
Fenomena kehamilan di luar nikah dalam perkawinan beda agama menimbulkan berbagai persoalan hukum dan sosial, terutama berkaitan dengan status hukum anak, nasab, hak waris, hak asuh, serta perlindungan hukum terhadap anak. Permasalahan tersebut terjadi di Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, di mana ditemukan beberapa kasus pasangan beda agama yang mengalami kehamilan di luar nikah dan tetap melangsungkan perkawinan. Kondisi tersebut menimbulkan perbedaan pandangan antara hukum Islam dan hukum positif mengenai kedudukan anak yang dilahirkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi hukum dan sosial bagi anak yang lahir dari kehamilan di luar nikah dalam perkawinan beda agama serta menganalisis pandangan hukum Islam dan hukum positif terhadap status anak tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh agama, perangkat desa, dan masyarakat Desa Sempukerep. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif hukum Islam, perkawinan beda agama dianggap tidak sah sehingga anak yang lahir dari hubungan tersebut hanya memiliki hubungan nasab dengan ibu dan keluarga ibunya. Akibatnya, anak tidak memperoleh hak waris dari ayah biologis menurut hukum Islam. Namun demikian, hukum positif di Indonesia melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 memberikan hubungan keperdataan antara anak luar kawin dengan ayah biologisnya sepanjang dapat dibuktikan secara ilmiah dan hukum. Dari sisi sosial, anak yang lahir dari kehamilan di luar nikah dalam perkawinan beda agama masih menghadapi stigma masyarakat, meskipun sebagian masyarakat mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka dan memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendekatan yang lebih humanis dan berkeadilan guna memberikan perlindungan hukum dan sosial terhadap anak sebagai subjek hukum yang harus dijamin hak-haknya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Yulian Masruroh
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 23 Jun 2026 04:19
Last Modified: 23 Jun 2026 04:19
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41017

Actions (login required)

View Item View Item