pemenuhan hak nafkah anak oleh ayah pasca perceraian persepektif kompilasi hukum islam studi kasus di desa dompyong kecamatan bendungan kabupaten trenggalek

Awalyatu Kristianti Kusuma Wardhani, Hesti (2026) pemenuhan hak nafkah anak oleh ayah pasca perceraian persepektif kompilasi hukum islam studi kasus di desa dompyong kecamatan bendungan kabupaten trenggalek. Undergraduate (S1) thesis, UIN PONOROGO.

[thumbnail of ETHESES HESTI AWALYATU.pdf]
Preview
Text
ETHESES HESTI AWALYATU.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
Wardhani, Hesti Awalyatu Kristianti Kusuma, 2026. Pemenuhan Hak Nafkah Anak Oleh Ayah Pasca Perceraian Perspektif Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Dompyong Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek). Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Ali Yasmanto, M.H.I.
Kata Kunci / Keywords: Nafkah Anak, Perceraian, Kewajiban Ayah, Kompilasi Hukum Islam.
Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) menegaskan bahwa ayah tetap berkewajiban memenuhi hak nafkah anak setelah perceraian, dalam praktiknya kewajiban tersebut belum selalu terlaksana dengan baik. Di Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, masih ditemukan ayah yang tidak memenuhi nafkah anak secara rutin atau tidak sesuai dengan kebutuhan anak. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan ekonomi, rendahnya kesadaran tanggung jawab, dan adanya tanggungan keluarga baru. Permasalahan tersebut mendorong peneliti untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan pemenuhan hak nafkah anak oleh ayah pasca perceraian serta kesesuaiannya dengan ketentuan Kompilasi Hukum Islam.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pandangan ayah terhadap nafkah anak pasca perceraian di Desa Dompyong Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek perspektif Kompilasi Hukum Islam? (2) Bagaimana pelaksanaan pemenuhan hak nafkah anak oleh ayah pasca perceraian di Desa Dompyong Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek perspektif Kompilasi Hukum Islam?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan lima orang ayah yang telah bercerai dan memiliki anak yang berhak menerima nafkah pasca perceraian di Desa Dompyong Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ayah memahami kewajiban nafkah anak tetap harus dipenuhi meskipun telah terjadi perceraian. Kewajiban tersebut dipandang berlangsung sampai anak mampu mandiri, bekerja, atau menikah bagi anak perempuan. Namun, dalam praktiknya pemenuhan nafkah anak belum berjalan optimal karena nafkah yang diberikan masih terbatas dan tidak dilakukan secara rutin. Faktor penghambat utama adalah kondisi ekonomi ayah yang tidak stabil, pekerjaan yang tidak tetap, serta adanya tanggungan baru setelah menikah kembali. Sementara itu, faktor pendukungnya adalah adanya kesadaran agama dan pemahaman bahwa nafkah anak merupakan kewajiban moral dan hukum.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 23 Jun 2026 06:18
Last Modified: 23 Jun 2026 06:18
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41024

Actions (login required)

View Item View Item