Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kemitraan Petani Tembakau Dengan PT. Sadhana Arifnusa (Studi Kasus Di Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo)

Muna, Isma Faizatul (2026) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kemitraan Petani Tembakau Dengan PT. Sadhana Arifnusa (Studi Kasus Di Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.

[thumbnail of Isma Faizatul Muna_Skripsi.pdf]
Preview
Text
Isma Faizatul Muna_Skripsi.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik kemitraan petani tembakau di Kecamatan Mlarak dengan PT. Sadhana Arifnusa yang memberikan manfaat berupa pendampingan budidaya, penyediaan sarana produksi, dan kepastian pembelian hasil panen. Namun, masih terdapat persoalan terkait bentuk akad, dominasi perusahaan dalam perjanjian, lemahnya posisi tawar petani, serta pembagian risiko usaha yang belum seimbang.
Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana bentuk dan pelaksanaan akad kemitraan antara petani tembakau di Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo dengan PT. Sadhana Arifnusa berdasarkan perspektif hukum Islam? (2) bagaimana mekanisme pembagian risiko antara petani tembakau dengan PT. Sadhana Arifnusa dalam perjanjian kemitraan berdasarkan teori manajemen risiko?
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif normatif-empiris. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari petani tembakau dan mandor PT. Sadhana Arifnusa, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur hukum Islam, akad muamalah, jual beli, dan manajemen risiko. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa bentuk akad kemitraan secara praktik lebih mengarah pada akad jual beli yang dibingkai dalam pola kemitraan. Perjanjian dilakukan tertulis dengan ketentuan utama bahwa hasil panen wajib dijual kepada PT. Sadhana Arifnusa. Mandor berperan sebagai penghubung, pemberi arahan teknis, penjelas standar kualitas, serta pihak yang terlibat dalam penilaian hasil panen. Ditinjau dari hukum Islam, akad tersebut pada dasarnya memenuhi unsur para pihak, objek, dan kesepakatan. Akan tetapi, prinsip keadilan dan keseimbangan belum sepenuhnya terpenuhi karena isi perjanjian lebih dominan ditentukan perusahaan apalagi dalam hal pembagian risiko, sedangkan petani cenderung mengikuti ketentuan yang telah dibuat.
Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa mekanisme pembagian risiko dalam kemitraan belum sepenuhnya mencerminkan asas keadilan (al-'adalah), asas keseimbangan (at-tawazun), dan asas kerelaan (ar-ridha) dalam hukum Islam. Risiko produksi seperti gagal panen, serangan hama, penurunan kualitas tembakau, serta ketidaksesuaian standar grading lebih banyak ditanggung oleh petani, sedangkan perusahaan berada pada posisi yang relatif lebih terlindungi. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam distribusi risiko dan tanggung jawab yang berpotensi melemahkan posisi petani dalam hubungan kemitraan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Rooza Meilia Anggraini
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 25 Jun 2026 00:58
Last Modified: 25 Jun 2026 00:58
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41219

Actions (login required)

View Item View Item