Kedudukan Aset Kripto (Cryptocurrency) Sebagai Harta Bersama Dalam Pernikahan Perspektif Maqasid Shari'ah Abdul Majid Al-Najjar

Mubarok, Husain (2026) Kedudukan Aset Kripto (Cryptocurrency) Sebagai Harta Bersama Dalam Pernikahan Perspektif Maqasid Shari'ah Abdul Majid Al-Najjar. Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.

[thumbnail of 101220084_HUSAIN MUBAROK_HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf]
Preview
Text
101220084_HUSAIN MUBAROK_HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menghasilkan aset kripto (cryptocurrency) yang kini menjadi instrumen investasi populer di masyarakat Indonesia. Namun, karakteristik uniknya seperti anonimitas (situasi di mana orang yang melakukan sesuatu seperti mengirim pesan, membuat karya, atau bertransaksi tidak diketahui identitas aslinya), volatilitas tinggi (nilainya yang sangat fluktuatif), dan sifat tidak berwujud menimbulkan celah hukum (legal vacuum) dalam hukum keluarga Islam di Indonesia, khususnya terkait statusnya sebagai harta bersama. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) belum mengatur secara rinci mengenai pengelolaan dan pembagian aset digital ini. Kondisi ini berpotensi memicu ketidakadilan ekonomi dan eksploitasi dalam rumah tangga jika terjadi perceraian atau pembagian warisan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana tinjauan maqa>s}id shari>’ah menurut Abdul Majid Al-Najjar terhadap kedudukan aset kripto sebagai harta bersama dalam pernikahan? Bagaimana implikasi aset kripto sebagai harta bersama dalam sengketa pernikahan/gono-gini perspektif maqa>s}id shari>’ah Al-Najjar?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif pustaka (library research) dengan pendekatan normatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan melalui studi literatur dan penelitian internet (internet research). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan secara deduktif, yakni dengan menurunkan prinsip-prinsip umum untuk kemudian diterapkan dalam menarik kesimpulan spesifik mengenai fenomena aset digital.
Dari penelitian yang dilakukan selama skripsi dapat disimpulkan bahwa Aset kripto memiliki kedudukan hukum yang sah sebagai harta bersama dalam perkawinan karena secara substansial telah memenuhi kriteria sebagai ma>l mutaqawwim (harta yang bernilai dan diakui syariat) ditinjau dari perspektif maqa>s}id shari>’ah Al-Najjar. Implikasi aset kripto sebagai harta bersama dalam sengketa pernikahan/gono-gini perspektif maqa>s}id shari>’ah Abdul Majid Al-Najjar, bahwa mengenai anonimitas dan volatilitas nilai, melalui elemen H}ifz{ al-H}uqu>q al-Insa>n, hukum tidak lagi terbelenggu oleh kendala teknis anonimitas blockchain, melainkan mampu menghadirkan keadilan substansial melalui instrumen pembuktian yang inovatif yaitu Penerapan Beban Pembuktian Terbalik dan Qari>nah (Indikasi), Penggunaan Sumpah Pemutus, serta Penetapan Ta’zir (Sanksi Ekonomi) atas itikad buruk. Selain itu, fleksibilitas dalam valuasi nilai pada saat eksekusi pembagian, dan penggunaan nilai rata-rata memastikan aspek h}ifz{ al-ma>l terjaga tanpa merugikan salah satu pihak akibat volatilitas pasar.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Muhammad Ali Murtadlo
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 25 Jun 2026 01:41
Last Modified: 25 Jun 2026 01:41
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41247

Actions (login required)

View Item View Item