KONSTRUKSI HUKUM WASIAT WAJIBAH BAGI AHLI WARIS NONMUSLIM DALAM PUTUSAN NOMOR 3137/Pdt.G/2023/PA.Sby DAN PENETAPAN NOMOR 209/Pdt.P/2016/PA.Clg PERSPEKTIF MAṢLAḤAH AL-ṬŪFĪ

Husni, Zulfina Ainul (2026) KONSTRUKSI HUKUM WASIAT WAJIBAH BAGI AHLI WARIS NONMUSLIM DALAM PUTUSAN NOMOR 3137/Pdt.G/2023/PA.Sby DAN PENETAPAN NOMOR 209/Pdt.P/2016/PA.Clg PERSPEKTIF MAṢLAḤAH AL-ṬŪFĪ. Undergraduate (S1) thesis, UIN KYAI AGENG MUHAMMAD BESARI PONOROGO.

[thumbnail of ZULFINA AINUL HUSNI_101220215_HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf]
Preview
Text
ZULFINA AINUL HUSNI_101220215_HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Perbedaan agama merupakan salah satu penghalang pewarisan dalam hukum waris Islam klasik. Namun, dalam praktik peradilan agama di Indonesia, berkembang mekanisme pemberian wasiat wajibah kepada ahli waris nonmuslim sebagai solusi atas persoalan kewarisan beda agama. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pendekatan hakim dari penerapan nas secara tekstual menuju pertimbangan kontekstual (kemaslahatan).
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji dan menganalisis pengaturan wasiat wajibah dalam hukum positif di Indonesia; dan (2) menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Pengadilan Agama Surabaya Nomor 3137/Pdt.G/2023/PA.Sby dan Penetapan Pengadilan Agama Cilegon Nomor 209/Pdt.P/2016/PA.Clg terkait pemberian wasiat wajibah bagi ahli waris nonmuslim perspektif maṣlaḥah al-ṭūfī. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, wasiat wajibah dalam hukum positif Indonesia yang diatur dalam Pasal 209 KHI yang hanya diperuntukkan bagi anak angkat dan orang tua angkat, melalui yurisprudensi Mahkamah Agung, khususnya Putusan Nomor 368 K/Ag/1995 dan Nomor 51 K/Ag/1999, cakupan wasiat wajibah diperluas sehingga mencakup ahli waris nonmuslim. Perluasan ini mencerminkan pergeseran pendekatan hukum dari tekstual-normatif menuju pendekatan kontekstual yaitu keadilan dan kemaslahatan. Kedua, pertimbangan hukum hakim dalam Putusan PA Surabaya Nomor 3137/Pdt.G/2023/PA.Sby dan Penetapan PA Cilegon Nomor 209/Pdt.P/2016/PA.Clg. menunjukkan pola konsisten, yaitu menegakkan larangan waris beda agama sekaligus memberikan wasiat wajibah sebagai jalan tengah. Dalam perspektif maṣlaḥah al-Ṭūfī, kedua putusan menempatkan ri'āyah al-maṣlaḥah (memelihara kemaslahatan) sebagai landasan utama, sehingga wasiat wajibah berfungsi sebagai instrumen kompromi yang secara normatif menghormati hukum Islam namun secara substantif mewujudkan keadilan bagi seluruh anggota keluarga yang terlibat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Dr. H. SHOFWAN AL JAUHARI, M.H.I., M.Pd.I.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 25 Jun 2026 01:45
Last Modified: 25 Jun 2026 01:45
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41251

Actions (login required)

View Item View Item