ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP AKAD BAGI HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS DI DUSUN TARUM DESA KARANGSONO KECAMATAN KWADUNGAN KABUPATEN NGAWI)

BAIDHOWI, WIZNU LUQMAN (2026) ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP AKAD BAGI HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS DI DUSUN TARUM DESA KARANGSONO KECAMATAN KWADUNGAN KABUPATEN NGAWI). Undergraduate (S1) thesis, UIN PONOROGO.

[thumbnail of 102220132_wiznu luqman baidhowi_hukum ekonomi syariah.pdf]
Preview
Text
102220132_wiznu luqman baidhowi_hukum ekonomi syariah.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki praktik akad bagi hasil
(muz āra'ah ) antara pemilik lahan dan penggarap berdasarkan kesepakatan nisbah
dan biaya sejak awal. Namun, di Dusun Tarum, Desa Karangsono, Kecamatan
Kwadungan, Kabupaten Ngawi, musim kemarau menyebabkan biaya pengairan
meningkat di luar kesepakatan awal, sementara nisbah bagi hasil tetap. Sebagian
penggarap menanggung biaya tambahan sendiri, sedangkan sebagian lainnya
meminta biaya ditanggung bersama. Perbedaan praktik ini menimbulkan persoalan
mengenai kesesuaiannya dengan hukum ekonomi syariah dan prinsip keadilan.
Rumusan masalah : 1) Bagaimana mekanisme pelaksanaan akad bagi hasil
pertanian antara pemilik lahan dan penggarap di Dusun Tarum Desa Karangsono
Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi ditinjau dari perspektif hukum ekonomi
syariah? 2) Bagaimana penerapan keadilan dalam akad bagi hasil pertanian
terhadap perubahan biaya produksi akibat faktor alam menurut perspektif hukum
ekonomi syariah?
penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research) menggunakan pendekatan hukum empiris. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan
induktif.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa : 1) Praktik akad bagi hasil pertanian di
Dusun Tarum umumnya telah memenuhi rukun dan syarat muz āra’ ah , namun
belum sepenuhnya konsisten dalam kejelasan nisbah ketika terjadi pembengkakan
biaya operasional. Pada akad Pak Agus, pembagian tetap mengikuti kesepakatan
awal sehingga kejelasan nisbah terjaga. Sementara itu, pada Pak Suroto, ketika
adanya tambahan biaya yang kurang di antisipasi oleh pihak penggarap dalam akad
awal menjadikan kejelasan nisbah belum sepenuhnya terpenuhi. 2) Praktik akad
bagi hasil pertanian di Dusun Tarum pada dasarnya telah mencerminkan keadilan
komutatif dan distributif. Pada akad Bapak Agus, pelaksanaannya tetap berpegang
pada kesepakatan awal sehingga sesuai dengan keadilan komutatif. Dari sisi
distributif, pembagian hasil juga adil karena penggarap memperoleh porsi lebih
besar sebanding dengan biaya operasional yang ditanggungnya. Sementara itu, pada
akad Bapak Suroto terdapat penyesuaian biaya di luar kesepakatan awal sehingga
kurang sepenuhnya sejalan dengan keadilan komutatif. Namun, keadilan distributif
tetap terpenuhi karena nisbah bagi hasil yang lebih besar bagi penggarap sebanding
dengan beban biaya yang ditanggungnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Septiyan Hudan fuadi
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 25 Jun 2026 03:06
Last Modified: 25 Jun 2026 03:06
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41293

Actions (login required)

View Item View Item