ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMENUHAN PRINSIP HADHANAH PADA FENOMENA MOTHERLESS CHILDREN DI PONDOK PESANTREN DARUL HUDA MAYAK PONOROGO

Safitri, Ratna Ayu (2026) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMENUHAN PRINSIP HADHANAH PADA FENOMENA MOTHERLESS CHILDREN DI PONDOK PESANTREN DARUL HUDA MAYAK PONOROGO. Undergraduate (S1) thesis, UIN Ponorogo.

[thumbnail of RATNA AYU SAFITRI - 101220165 - HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf]
Preview
Text
RATNA AYU SAFITRI - 101220165 - HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena motherless children di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo, yaitu kondisi santri yang tidak mendapatkan pengasuhan ibu secara optimal di lingkungan domestik. Dalam perspektif hukum Islam, pengasuhan anak (hadhanah) bukan sekadar pemenuhan ke butuhan fisik, melainkan hak sekaligus kewajiban asasi untuk menjamin kemaslahatan dan kepentingan terbaik bagi anak. Ketidakhadiran figur ibu dalam masa pertumbuhan santri menimbulkan tantangan tersendiri bagi implementasi nilai-nilai hadhanah yang ideal.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada dua poin utama: Pertama, bagaimana bentuk pemenuhan prinsip hadhanah pada fenomena tersebut? Kedua, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pemenuhan prinsip hadhanah pada fenomena motherless children tersebut? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pergeseran pola asuh anak yang kehilangan figur ibu di lingkungan pesantren.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yuridis. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang terdiri dari lima santri motherless dan lima wali dari santri motherless,yang mengalami kondisi motherless, serta didukung dengan data sekunder melalui dokumentasi dan studi kepustakaan yang relevan. Analisis data dilakukan secara yuridis-analitis dengan mengaitkan temuan lapangan pada konsep hadhanah dalam fikih Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi motherless pada santri putri terdiri dari tiga kategori, yaitu: natural motherless (kematian), legal-social motherless (perceraian), dan migrant motherless (migrasi kerja). Bentuk pemenuhan prinsip hadhanah pada para santri tersebut berlangsung secara asimetris. Meskipun aspek pemeliharaan fisik, nafkah, dan pendidikan terpenuhi secara optimal melalui peran ayah, keluarga besar, namun aspek afeksi mengalami defisit karena hanya terpenuhi secara substitutif. Secara yuridis, penelitian ini menemukan bahwa pada kategori legal-social motherless, pernikahan kembali seorang ibu dengan laki-laki yang bukan mahram anak (ajnabi) menjadi penghalang syar’i yang menggugurkan hak asuhnya demi menjamin kemaslahatan tertinggi bagi anak (al-maslahah al-fudla lil tifl). Hal ini dilakukan sebagai upaya proteksi psikis agar perhatian ibu tidak terfragmentasi dan anak terhindar dari potensi pengabaian.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Mughniatul Ilma
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 25 Jun 2026 03:17
Last Modified: 25 Jun 2026 03:17
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41297

Actions (login required)

View Item View Item