Analisis Hukum Islam terhadap Affiliate Marketing pada Platform TikTok Shop

Adira Isyani Latifatul, Muzaqi (2026) Analisis Hukum Islam terhadap Affiliate Marketing pada Platform TikTok Shop. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of 102220002_Adira isyani latifatul Muzaqi_Hukum Ekonomi Syaraiah .pdf]
Preview
Text
102220002_Adira isyani latifatul Muzaqi_Hukum Ekonomi Syaraiah .pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Perkembangan teknologi digital melahirkan praktik affiliate marketing pada
TikTok Shop yang secara teoritis dalam hukum Islam dapat dianalisis dengan akad
ijārah sebagai akad utama (jasa promosi dengan komisi/ujrah), serta berkaitan
dengan ju’ālah (berbasis hasil) dan samsarah (perantara). Namun, praktik di
lapangan menunjukkan adanya ketidakjelasan komisi (tidak pasti, berubah sepihak,
potongan tidak transparan, terlambat hingga hilang), risiko pemblokiran akun,
promosi tanpa mengetahui kualitas produk, kecenderungan melebihkan
keunggulan, serta tidak jelasnya tanggung jawab affiliator, sehingga menimbulkan
persoalan akademik terkait kesesuaiannya dengan hukum Islam, khususnya pada
aspek promosi, kejelasan manfaat, dan kepastian upah.
Adapun Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Analisis hukum
Islam terhadap praktik promosi affiliate marketing pada platform TikTok Shop, dan
analisis hukum Islam terhadap mekanisme pemberian komisi affiliate marketing
pada platform TikTok Shop.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukanengan
pengumpulan data dengan alur tahapan, reduksi data, organizing data, penyajian
data dan penyimpulan data. Sedangkan uji keabsahan data dilakukan dengan
triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian ini menyimpulkan 1) Praktik promosi termasuk dalam akad
ijārah al-a‘ āl (ijarah atas pekerjaan) dimana ada hubungan kerjasama antara
affilaite dan seller, serta berkaitan dengan ju’ālah dengan bagi hasil dan samsarah
sebagai perantara. Secara konsep diperbolehkan, namun dalam praktik ditemukan
permasalahan seperti tidak mencoba produk, overclaiming, potensi manipulasi
konten, dan kurangnya transparansi yang mengandung unsur gharar dan tadlīs.
Hanafiyah dan Shafi’iyah cenderung tidak membolehkan jika terdapat
ketidakjelasan, sedangkan Malikiyah dan Hanabilah masih mentoleransi selama
tidak ada penipuan. 2) Dalam prakti Mekanisme komisi merupakan ujrah dalam
akad ijārah, yaitu upah atas jasa yang diberikan, yang juga terkait dengan ju’ālah
karena diberikan setelah terjadi penjualan, serta samsarah sebagai perantara
transaksi. Namun, praktiknya menunjukkan ketidakjelasan nominal, perubahan
sepihak, potongan tidak transparan, hilangnya komisi, serta risiko pemblokiran
akun, sehingga mengandung gharar dan potensi ẓulm. Dalam perspektif mazhab,
Hanafiyah dan Shafi’iyah cenderung menilai tidak sah, Malikiyah menilai sah
namun cacat, dan Hanabilah tidak sah jika menimbulkan kerugian.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Isnatin Ulfah
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 25 Jun 2026 03:34
Last Modified: 25 Jun 2026 03:34
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41300

Actions (login required)

View Item View Item