RAHMADITA, MARISKA NOVIA (2026) Perceraian Suami Istri Dan Dampak Psikologis Pasca Perceraian Perspektif Maqāṣid Al-Syarī‘Ah (Studi Kasus Di Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo),. Undergraduate (S1) thesis, UIN PONOROGO.
Preview |
Text
Etheses file Mariskaa.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Rahmadita, Mariska Novia. 2026. Perceraian Suami Istri Dan Dampak Psikologis Pasca Perceraian Perspektif Maqāṣid Al-Syarī‘Ah (Studi Kasus Di Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo),Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam. Pembimbing Dr. Nihayatur Rohmah, M.S.I
Kata Kunci: Perceraian, Dampak Psikologis, Maqāṣid al-Syarī‘ah
Perceraian merupakan salah satu fenomena sosial dalam kehidupan rumah tangga yang tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga memberikan pengaruh terhadap kondisi psikologis pasangan suami istri. Dalam praktiknya, perceraian seringkali dipicu oleh berbagai faktor seperti masalah ekonomi, kurangnya komunikasi, serta konflik yang berkepanjangan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan tekanan psikologis yang memerlukan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji perceraian tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari perspektif Maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga jiwa (ḥifẓ an-nafs).
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana dampak perceraian terhadap kondisi psikologis pasangan suami istri di Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo;(2) apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perceraian; (3) bagaimana pengelolaan dampak psikologis pasca perceraian pada pasangan suami istri di Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo ditinjau dari teori pengelolaan stres dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan informan yang terdiri dari pihak KUA, tokoh agama, serta masyarakat yang pernah mengalami perceraian. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengkaji hasil wawancara dan menghubungkannya dengan konsep maqāṣid al-syarī‘ah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama perceraian meliputi masalah ekonomi, kurangnya komunikasi yang baik, campur tangan keluarga, serta perselingkuhan. Dampak psikologis yang ditimbulkan antara lain berupa stres, tekanan emosional, kesedihan, dan trauma. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, perceraian dapat dipandang sebagai upaya untuk menghindari kemudaratan yang lebih besar, khususnya dalam menjaga jiwa (ḥifẓ an-nafs). Adapun pengelolaan dampak psikologis dilakukan melalui dukungan keluarga, pendekatan spiritual, serta upaya penyesuaian diri agar individu dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih baik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170111 Psychology of Religion |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 07:06 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 07:06 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41314 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
