Al Hakim, Ibnu Lukman (2026) ANALISIS PENGELOLAAN DAN PEMBUKTIAN ASET AKUN MONETISASI DALAM PEMBAGIAN WARIS PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
SKRIPSI - IBNU LUKMAN - NASKAH.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Hakim, Ibnu Lukman Al 2026. Analisis pembuktian dan Pengelolaan Aset Akun Monetisasi Dalam Pembagian Waris Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia. Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Muh. Maksum, M.E.Sy.
Kata Kunci/ Keywords: Waris, Akun Monetisasi, Hukum Islam, Hukum Positif.
Dalam perspektif hukum, harta merupakan objek yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dialihkan hak kepemilikannya, baik melalui transaksi maupun kewarisan. Transformasi digital telah melahirkan bentuk kekayaan baru berupa akun monetisasi (YouTube, Meta, TikTok) yang memiliki nilai ekonomi nyata. Secara normatif, baik Hukum Islam maupun Hukum Perdata mengakui adanya peralihan harta secara otomatis demi hukum (Saisine) saat pemiliknya meninggal dunia. Namun, dalam praktiknya, terdapat kendala implementasi akibat kebijakan privasi platform global serta belum adanya prosedur teknis yang baku dalam hukum positif Indonesia mengenai pengalihan akses aset digital. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji kedudukan yuridis akun monetisasi serta mekanisme pengalihannya dalam perspektif Hukum Islam dan Hukum Perdata.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kedudukan aset akun monetisasi perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia? (2) Bagaimana mekanisme pembuktian dan identifikasi kepemilikan aset akun monetisasi perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia? (3) Bagaimana pembagian dan proses pengalihan aset akun monetisasi perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pustaka (library research) melalui pendekatan yuridis normatif. Data diperoleh melalui analisis KUHPerdata, KHI, UU ITE dan fikih.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset akun monetisasi secara sah diakui sebagai objek kewarisan. Dalam perspektif Hukum Islam ia dikategorikan sebagai Māl (harta) karena bernilai dan kepemilikan yang sah. Dalam Hukum Perdata akun tersebut dikategorikan sebagai benda bergerak tidak berwujud sesuai Pasal 499 KUHPerdata. Dalam KHI pasal 171 huruf (d) menyatakan bahwa tirkah adalah benda milik pewaris maupun hak-haknya yang otomatis membuka ruang pengakuan bagi aset digital. Pembuktian kepemilikan akun monetisasi dilakukan melalui instrumen hukum Islam (iqrar, kitabah, syahadah, qarinah, yamin) dan identitas resmi sesuai UU ITE. Pembagian waris mengikuti porsi faraidh atau perdata atas nilai manfaat ekonomi aset. Peralihan hak terjadi secara otomatis melalui mekanisme wasiat, cessie, atau ishlah (takharruj) demi menjamin kepastian hukum dan produktivitas aset.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Muh. Maksum |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 08:00 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 08:00 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41348 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
