Sa'adah, Fatimah Nailis (2026) Pandangan Hakim Terhadap Realitas Gugat Cerai Tenaga Kerja Wanita Di Asia Timur Perspektif Hukum Islam (Studi Putus Pengadilan Agama Kabupaten Madiun Nomor 477/Pdt.G/2024/PA.Kab.Mn.). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
101190136_Fatimah Nailis Sa'adah_Hukum Keluarga Islam.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Fenomena gugatan cerai yang diajukan oleh Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri menjadi salah satu persoalan yang cukup sering ditemukan dalam praktik peradilan agama di Indonesia. Hubungan rumah tangga yang dijalani secara jarak jauh (long distance marriage) menyebabkan terbatasnya komunikasi, berkurangnya kedekatan emosional, serta munculnya berbagai persoalan sosial dan ekonomi dalam keluarga. Kondisi tersebut sering kali memicu pertengkaran, perselingkuhan, hingga tidak terpenuhinya kewajiban suami terhadap istri. Fenomena ini juga terlihat dalam Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Madiun Nomor 477/Pdt.G/2024/PA.Kab.Mn., di mana gugatan cerai diajukan oleh seorang TKW yang bekerja di Asia Timur akibat konflik rumah tangga yang sudah tidak dapat dipertahankan lagi.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana pandangan hakim terhadap realitas gugatan cerai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Asia Timur dalam Putusan Nomor 477/Pdt.G/2024/PA.Kab.Mn.; dan (2) bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap faktor-faktor penyebab gugatan cerai oleh Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Asia Timur dalam putusan tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus dan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan hakim Pengadilan Agama Kabupaten Madiun, studi dokumentasi terhadap putusan perkara, serta data kepustakaan yang relevan dengan penelitian. Analisis data dilakukan secara induktif untuk memahami pandangan hakim serta menelaah faktor-faktor penyebab gugatan cerai berdasarkan perspektif hukum Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim memandang status sebagai TKW bukanlah alasan hukum yang berdiri sendiri dalam pengajuan gugatan cerai. Hakim tetap berorientasi pada pembuktian unsur-unsur perceraian sesuai hukum yang berlaku, seperti adanya perselingkuhan, tidak terpenuhinya kewajiban suami, pertengkaran yang terus-menerus, serta gagalnya upaya perdamaian. Faktor-faktor penyebab gugatan cerai dalam perkara ini meliputi persoalan ekonomi, hubungan jarak jauh, adanya pihak ketiga, dan pengabaian tanggung jawab suami terhadap rumah tangga. Dalam perspektif hukum Islam, faktor-faktor tersebut dapat dijadikan alasan cerai gugat karena telah menimbulkan kemudaratan dan menyebabkan tujuan perkawinan untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah tidak lagi tercapai.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Umarwan Sutopo |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 08:31 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 08:31 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41375 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
