Hafizh Dwi Eka Sanuma, Reksa (2026) Pengasuhan Anak Pasca Perceraian Oleh Ayah Perspektif Teori Konstruksi Sosial Dan The Best Interest Of The Child (Studi Kasus Di Desa Sangen Kecamatan Geger Kabupaten Madiun). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.
Preview |
Text
101220168_Reksa Hafizh Dwi Eka Sanuma_Hukum Keluarga Islam.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Dwi Eka Sanuma, Reksa Hafizh 2025, Pengasuhan Anak Pasca Perceraian Oleh Ayah Perspektif Teori Konstruksi Sosial Dan The Best Interest Of The Child (Studi Kasus Di Desa Sangen Kecamatan Geger Kabupaten Madiun). Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: Rooza Meilia Anggraini, M.H.
Kata Kunci/Keywords: Pengasuhan Anak, Perceraian, Ayah Pengasuh, Konstruksi Sosial, Best Interest of the Child.
Perceraian tidak serta merta menghapus kewajiban orang tua dalam melindungi dan mendidik anak. Di Desa Sangen, terdapat pergeseran konstruksi sosial di mana ayah mengambil alih peran pengasuhan karena ibu bekerja sebagai TKW. Berdasarkan teori Peter L. Berger, realitas ini terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Praktik ini kemudian diuji melalui prinsip best interest of the child, yang menuntut agar setiap tindakan orang tua senantiasa memprioritaskan kepentingan terbaik bagi kesejahteraan, pendidikan, dan perkembangan mental anak.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik pengasuhan anak oleh ayah pasca perceraian di Desa Sangen Kecamatan Geger Kabupaten Madiun dalam perspektif teori konstruksi sosial Peter L. Berger? dan bagaimana implementasi prinsip best interest of the child dalam pengasuhan anak oleh ayah pascaperceraian di Desa Sangen Kecamatan Geger Kabupaten Madiun?
Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) menggunakan pendekatan yuridis-empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap ayah, anak, kakek-nenek, serta tokoh masyarakat di Desa Sangen Kecamatan Geger Kabupaten Madiun.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengasuhan ayah pasca perceraian melalui proses konstruksi sosial yang beragam. Pada keluarga Ayah A, pola pengasuhan bersifat delegatif kepada kakek dan nenek, yang mengakibatkan lemahnya kontrol pendidikan hingga menyebabkan anak putus sekolah. Sebaliknya, Ayah AN menerapkan pengasuhan mandiri dengan pengawasan intensif yang lebih menjamin masa depan anak. Berdasarkan prinsip best interest of the child, pola mandiri Ayah AN lebih efektif dalam memenuhi hak perlindungan dan pendidikan anak dibandingkan pola delegatif Ayah A yang masih menunjukkan kerentanan hak anak akibat minimnya kehadiran orang tua inti.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Rooza Meilia Anggraini |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 00:37 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 00:37 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41378 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
