Al Munawaroh, Nilna Faizah (2026) PRAKTIK PEMBERIAN DISPENSASI KAWIN DI PENGADILAN AGAMA PONOROGO TAHUN 2024-2025 (ANALISIS PERLINDUNGAN ANAK DAN SISTEM HUKUM LAWRENCE M. FRIEDMAN). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.
Preview |
Text
SKRIPSI NILNA FAIZAH A 101220143 HKI.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Al Munawaroh, Nilna Faizah 2026. Praktik Pemberian Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Ponorogo Tahun 2024-2025 (Analisis Perlindungan Anak dan Sistem Hukum Lawrence M. Friedman). Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pembimbing: M. Ilham Tanzilulloh, M.H.I.
Kata Kunci: Dispensasi Kawin, Perlindungan Anak, Sistem Hukum, Lawrence M. Friedman, Pengadilan Agama Ponorogo
Kenaikan batas usia minimal perkawinan menjadi 19 tahun melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 bertujuan menekan perkawinan anak, namun tidak menghilangkan praktik tersebut karena pengadilan masih membuka mekanisme dispensasi kawin bagi pihak yang belum memenuhi syarat usia, dengan alasan sangat mendesak sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Ayat (2) undang-undang tersebut. Pengadilan Agama Ponorogo mencatat 123 permohonan pada tahun 2024 dan 98 permohonan pada tahun 2025, dengan mayoritas pemohon berusia 17-18 tahun. Faktor kehamilan di luar nikah menjadi penyebab paling dominan, diikuti oleh pergaulan bebas dan upaya menghindari zina. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana hakim mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap penetapan, sekaligus bagaimana praktik tersebut berjalan sebagai bagian dari sistem hukum secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pemberian dispensasi kawin di Pengadilan Agama Ponorogo tahun 2024-2025 melalui dua pisau analisis, yaitu perlindungan anak dan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman yang mencakup struktur, substansi, dan budaya hukum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis empiris, karena berfokus pada pandangan dan praktik aparat pengadilan dalam menangani perkara dispensasi kawin. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan dua hakim dan satu panitera Pengadilan Agama Ponorogo, serta satu penghulu Kantor Urusan Agama sebagai informan tambahan. Data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan, dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dispensasi kawin di Pengadilan Agama Ponorogo telah mencerminkan prinsip-prinsip perlindungan anak, yaitu nondiskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak untuk hidup dan berkembang, serta partisipasi anak melalui pemeriksaan langsung terhadap anak secara kaukus (terpisah). Namun, dalam kasus kehamilan di luar nikah, pengabulan permohonan cenderung bersifat hampir mutlak demi melindungi status hukum anak yang akan dilahirkan, meskipun kesiapan psikis calon mempelai belum sepenuhnya terpenuhi. Dari perspektif sistem hukum Friedman, ketiga unsur sistem hukum, yaitu struktur, substansi, dan budaya hukum, ditemukan berjalan saling mendukung, dengan budaya hukum aparat yang berorientasi pada perlindungan anak, tanggung jawab keluarga, dan pencegahan kemudaratan yang lebih besar di kemudian hari.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | M. Ilham Tanzilulloh |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 01:03 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 01:03 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41391 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
