HANIFAH, NUR (2026) DINAMIKA PERAN ORANG TUA DALAM PENGASUHAN ANAK PASCA PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI KECAMATAN SAWOO KABUPATEN PONOROGO. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
ETHESIS_NUR HANIFAH_101220149.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Hanifah, Nur. 2026 “Dinamika Peran Orang Tua dalam Pengasuhan Anak Pasca
Perceraian dalam Perspektif Hukum Islam di Kecamatan Sawoo Kabupaten
Ponorogo, Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah
Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo,
Pembimbing Dr. Abid Rohmanu M.H.I.
Kata Kunci:Perceraian, Pengasuhan Anak, Peran Orang Tua, Hadhanah,
Co-Parenting.
Angka perceraian di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo,
menunjukkan tren yang terus meningkat, bahkan kecamatan ini menempati posisi
pertama dalam jumlah kasus perceraian selama tiga tahun terakhir (2023–Agustus
2025), dengan dominasi cerai gugat dibandingkan cerai talak. Fenomena ini
mengindikasikan adanya perubahan dinamika rumah tangga dan relasi gender
dalam masyarakat, yang berdampak langsung pada pola pengasuhan anak. Pasca
perceraian, kedua orang tua tetap memiliki kewajiban hadhanah, namun dalam
praktiknya sering terjadi peralihan fungsi peran antara ayah dan ibu yang belum
banyak dikaji secara mendalam, khususnya dari perspektif hukum Islam dan
kesetaraan gender, sehingga muncul kesenjangan pemahaman mengenai bentuk
peralihan peran tersebut dan dampaknya bagi kehidupan anak.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini berupaya menjawab dua
pertanyaan utama, yaitu bagaimana bentuk alih fungsi peran orang tua dalam
pengasuhan anak pasca perceraian di Kecamatan Sawoo dalam perspektif hukum
Islam, dan apa dampak dari peralihan peran orang tua tersebut bagi kehidupan anak
pasca perceraian di Kecamatan Sawoo dalam perspektif hukum Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research) untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena sosial
secara mendalam. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi,
dan dokumentasi terhadap enam pasangan mantan suami istri yang telah bercerai
dan memiliki anak di Kecamatan Sawoo, dilengkapi data sekunder dari literatur dan
sumber relevan lainnya. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahap
reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan
pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian memicu terjadinya alih
fungsi peran yang signifikan dalam keluarga, di mana orang tua yang tinggal
bersama anak menjadi pihak paling dominan dalam menjalankan fungsi hadhanah.
Pada sebagian besar kasus, ibu menjalankan peran ganda sebagai pengasuh
sekaligus pencari nafkah, sementara ayah mengalami variasi keterlibatan, ada yang
berkurang dan ada yang tetap aktif memenuhi kebutuhan ekonomi serta komunikasi
dengan anak. Dampak perceraian bagi anak mencakup perubahan kondisi
emosional, rasa kehilangan, penurunan kenyamanan keluarga, perubahan pola
interaksi sosial, hingga aspek ekonomi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Abid Rohmanu |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 02:05 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 02:05 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41453 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
