Mu'izzuna, Muhammad Arsyaduddin (2026) TINJAUAN MAQĀṢID AL-SHARĪ‘AH TERHADAP FENOMENA PERCERAIAN ASN PPPK SEBAGAI ISU SOSIAL KONTEMPORER DI INDONESIA. Undergraduate (S1) thesis, UIN PONOROGO.
Preview |
Text
Muhammad Arsyaduddin Muizzuna - 101220126 - Hukum Keluarga Islam.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Mu’izzuna, Muhammad Arsyaduddin 2026. Tinjauan Maqāṣid Al-Sharī‘Ah terhadap Fenomena Perceraian ASN PPPK sebagai Isu Sosial Kontemporer di Indonesia. Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Kyai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (UIN) Ponorogo. Pembimbing : Dr. Rif’ah Roihanah, S.H., M.Kn.
Kata Kunci/Keywords : Perceraian ASN PPPK, Maqāṣid Al-Sharī‘Ah, Isu Sosial Kontemporer, Hukum Keluarga Islam.
Fenomena perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pasca pelantikan menunjukkan peningkatan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Blitar, Cianjur, Pandeglang, dan Wonogiri. Fenomena ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan ketahanan keluarga dan tujuan perkawinan dalam Islam. Faktor-faktor yang melatarbelakangi perceraian meliputi ketimpangan ekonomi pasca pengangkatan, konflik rumah tangga berkepanjangan, penelantaran nafkah, perselingkuhan dan perilaku destruktif suami, perubahan status sosial, serta ketimpangan relasi gender dan krisis peran dalam rumah tangga.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana analisis maqāṣid al-sharī‘ah terhadap alasan-alasan yang melatarbelakangi perceraian ASN PPPK sebagaimana direpresentasikan dalam pemberitaan media massa? Dan bagaimana analisis maqāṣid al-sharī‘ah terhadap fenomena perceraian ASN PPPK sebagai isu sosial kontemporer di Indonesia?
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-normatif menggunakan pendekatan konseptual dalam perspektif maqāṣid al-sharī‘ah. Data diperoleh dari pemberitaan media massa nasional dan daerah yang kredibel serta sumber sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan literatur hukum Islam yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis menggunakan kerangka maqāṣid al-sharī‘ah sebagai pisau analisis utama.
Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa: Pertama, faktor-faktor yang melatarbelakangi perceraian ASN PPPK meliputi ketimpangan ekonomi pasca pengangkatan, konflik rumah tangga berkepanjangan, penelantaran nafkah, perselingkuhan dan perilaku destruktif suami, perubahan status sosial, serta krisis peran dalam rumah tangga. Dalam perspektif maqāṣid al-sharī‘ah, perceraian akibat penelantaran nafkah, konflik berkepanjangan, perselingkuhan, dan perilaku destruktif dapat dibenarkan untuk mencegah kemudaratan, sedangkan perceraian yang hanya didorong perubahan harapan ekonomi dinilai tidak sejalan dengan tujuan syariat. Kedua, maqāṣid al-sharī‘ah memandang perceraian ASN PPPK dapat dibenarkan sebagai upaya melindungi pihak yang mengalami ketidakadilan, namun tidak dibenarkan apabila hanya didorong perubahan status sosial dan harapan ekonomi setelah pengangkatan PPPK.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | RIF’AH ROIHANAH |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 02:13 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 02:13 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41456 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
