AISYAH, AISYAH (2026) ANALISIS PUTUSAN HAKIM PENGADILAN AGAMA PONOROGO DALAM PERKARA NOMOR 1758/Pdt.G/2024/PA.Po TENTANG IZIN POLIGAMI PERSPEKTIF GENDER YUSUF QARDHAWI DAN NASR HAMID ABU ZAYD. Undergraduate (S1) thesis, UIN PONORGO.
Preview |
Text
SKRIPSI_AISYAH-1.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Aisyah, 2025. Analisis Putusan Hakim Pengadilan Agama Ponorogo dalam Perkara Nomor 1758/Pdt.G/2024/PA.Po Tentang Izin Poligami Perspektif Gender Yusuf Qardhawi dan Nasr Hamid Abu Zayd. Jurusan Hukum Keluarga Islam. Akultas Syariah Universitas Islam Negeri Ponorogo.
Pembimbing: Nahrowi, M.H
Kata Kunci: Poligami, Pertimbangan Hakim, Keadilan Gender
Penelitian ini mengkaji praktik poligami dalam perspektif poligami dalam perspekif keadilan gender dengan fokus pada analisis Putusan Pengadilan Agama Nomor 1758/Pdt.G/2024/PA.Po Tentang Permohonan Izin Poligami. Poligami merupakan isu yang selalu menimbulkan perdebatan dalam diskurusus hukum islam dan hukum positif di Indonesia, terutama karena implikasinya terhadap relasi gender, perlindungan hak perempuan, serta kepastian status anak. Meskipun Islam membolehkan poligami dengan syarat tertentu praktiknya kerap menimbulkan persoalan ketidakadilan baik secara material maupun nonmaterial, khususnya ketika poligami dilakukan secara sirri dan baru dilegalkan setelah menimbulkan permasalahn hukum.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum majelis hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami serta menilai dampak putusan tersebut dari perspektif gender Yusuf Qardhawi dan Nasr Hamid Abu Zayd. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normative empiris dengan pndekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi putusan pengadilan, peraturan perudang-undangan yang relevan, literatur keislaman, serta wawancara dengan hakim yang menangani perkara. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai hubungan antara norma hukum praktik peradilan dan konstruksi keadilan gender.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim mengabulkan permohonan izin poligami dengan mempertimbangkan terpenuhinya syarat formil dan materiil sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, antara lain adanya larangan perkawinan. Selain itu, pertimbangan utama hakim adalah kepentingan anak yang lahir dari pernikahan sirri pemohon dengan calon istri kedua yang mengalami kendala administratif akibat status hukum pernikahan orang tuanya. Hakim menilai bahwa pengabulan izin poligami merupakan solusi hukum untuk menghindari mudharat yang lebih besar dan memberikan kepastian status hukum bagi keluarga pemohon.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | NAHROWI, M.H |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012817 Polygamy |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 06:21 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 06:21 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41499 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
