Rekonstruksi Makna Sakīnah Mawaddah wa Raḥmah Melalui Hermeneutika Fazlur Rahman dan Relevansinya Terhadap Putusan Pengadilan Agama tentang Perceraian

Al Haqiqi, Muhamad Jihad (2026) Rekonstruksi Makna Sakīnah Mawaddah wa Raḥmah Melalui Hermeneutika Fazlur Rahman dan Relevansinya Terhadap Putusan Pengadilan Agama tentang Perceraian. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.

[thumbnail of 101220117_Muhamad Jihad Al Haqiqi_HKI.pdf]
Preview
Text
101220117_Muhamad Jihad Al Haqiqi_HKI.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Muhamad Jihad Al Haqiqi 2026. Rekonstruksi Makna Sakīnah mawaddah wa raḥmah melalui Hermeneutika Fazlur Rahman dan Relevansinya Terhadap Putusan Pengadilan Agama tentang Perceraian. Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. pembimbing: Dr. Abid Rohmanu, M.H.
Kata kunci/Keywoard: Makna Sakīnah mawaddah wa raḥmah, Hermeneutika Fazlur Rahman, Putusan PA, Perceraian.
Problematika keluarga modern menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep ideal keluarga dalam Islam dengan realitas kehidupan masyarakat. Konsep sakīnah mawaddah wa raḥmah yang selama ini dipahami sebagai tujuan perkawinan sering kali dimaknai secara normatif dan formal tanpa memahami nilai moral yang terkandung di dalamnya. Selain itu, dalam putusan Pengadilan Agama terkait perceraian, konsep keluarga sakīnah umumnya hanya dijadikan dasar normatif tanpa elaborasi mendalam terhadap makna etiknya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji rekonstruksi makna sakīnah mawaddah wa raḥmah melalui teori double movement Fazlur Rahman serta melihat sejauh mana prinsip moral tersebut diterapkan dalam pertimbangan hukum (ratio decidendi) putusan Pengadilan Agama tahun 2025.
Tujuan dari penilitian ini untuk menemukan prinsip moral keluarga Islam dalam konsep sakīnah mawaddah wa raḥmah dan menganalisis relevansinya dalam pembacaan putusan perceraian di Pengadilan Agama. Hal ini menjadi pokok pembahasan penting karena memberikan pembacaan kontekstual terhadap ayat-ayat keluarga dalam Al-Qur’an sehingga konsep keluarga sakīnah tidak hanya dipahami secara simbolik, tetapi juga sebagai nilai etik dalam kehidupan keluarga modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian riset hukum normatif dengan pendekatan hermeneutik. Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an, karya Fazlur Rahman, dan putusan Pengadilan Agama terkait perceraian, adapun data sekundernya yakni meliputi ulumul quran tentang asbab al nuzul serta tarikh adab al Islam.
Analisis dilakukan menggunakan teori double movement melalui dua tahap, yaitu memahami konteks historis ayat dan menarik prinsip moral universalnya untuk diterapkan dalam konteks kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sakīnah mawaddah wa raḥmah merupakan konsep etik yang menekankan ketenteraman emosional, komitmen, kasih sayang, dan penghormatan dalam keluarga. Ada empat dimensi nilai yang harus ada dalam berkeluarga yang selaras dengan analisis makna sakīnah mawaddah wa raḥmah yakni dimensi psikologis, etis, sosial, dan spiritual. Penelitian ini juga menemukan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam perkara perceraian masih cenderung formalistik dan belum sepenuhnya menjadikan nilai moral Al-Qur’an sebagai dasar analisis substantif. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan tafsir kontekstual dalam studi hukum keluarga Islam dan rekonstruksi konsep keluarga sakīnah sebagai paradigma etik bagi keluarga Muslim kontemporer.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Abid Rohmanu
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Jurusan Manajemen Zakat dan Wakaf
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 26 Jun 2026 06:41
Last Modified: 26 Jun 2026 06:41
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41514

Actions (login required)

View Item View Item