Muthmainnah, Mar'atul (2026) LEMBAR PERSETUJUAN, PENGESAHAN, KEASLIAN TULISAN DAN PUBLIKASI BELUM DITANDA TANGANI, SILAKAN DLENGKAPI KEMUDIAN UPLOAD ULANG SESUAI PANDUAN -- Representasi Diskriminasi Gender pada Film "Ngeri-Ngeri Sedap" Karya Bene Dion Rajagukguk (Analisis Semiotika Roland Barthes). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
MAR'ATUL M_SKRIPSI.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Mar’atul Muthmainnah, 2026. Representasi Diskriminasi Gender pada Film NgeriNgeri Sedap Karya Bene Dion Rajagukguk, Skripsi Fakultas Ushuluddin,
Adab dan Dakwah. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Universitas
Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Pembimbing : Galih Akbar Prabowo, M.A.
Kata Kunci : Diskriminasi Gender, Film, Semiotika Roland Barthes
Film sebagai medium budaya populer memiliki peran yang sangat strategis
dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap berbagai aspek kehidupan. Film
Ngeri-Ngeri Sedap merupakan film drama komedi keluarga yang didalamnya terdapat
gambaran kesenjangan antara laki-laki dan perempuan. Indonesia adalah salah satu
negara yang masih mengalami ketidakadilan gender yang sering terjadi dalam
kehidupan sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa ketidakadilan gender masih menjadi
masalah yang nyata. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis terkait
representasi diskriminasi gender pada film Ngeri-Ngeri Sedap.
Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes yang
memandang tanda melalui tiga tahapan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap adegan-adegan dalam
film serta dokumentasi berupa tangkapan layar dan dialog yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotasi pada film ini ialah
memperlihatkan sosok Pak Domu sebagai kepala keluarga yang dominan. Mak Domu
lebih sering menjadi perentara pesan dan pihak yang selalu dimintai mengikuti
keputusan suami. Dan Sarma, seorang anak perempuan yang lebih sering mengalah
dan berkorban. Adapun makna konotasi pada film ini menunjukkan adanya
ketimpangan kuasa berbasis gender. Laki-laki diposisiskan sebagai pengambil
keputusan dan pihak yang paling dianggap rasional, yang identik dengan diskriminasi
gender marginalisasi. Sementara perempuan dikaitkan pada peran domestik,
emosional, dan pengurus keharmonisan keluarga, yang merepresentasikan diskriminasi
gender berupa subordinasi. Dan makna mitos pada film ini ialah seorang Bapak berhak
penuh atas keputusan yang ada di dalam keluarga. Istri yang baik ialah yang selalu
patuh dan tidak membantah. Dan pengorbanan seorang perempuan demi keluarga
adalah hal yang wajar dan ideal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Galih Akbar Prabowo, M.A |
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2099 Other Language, Communication and Culture > 209999 Language, Communication and Culture not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 05:41 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 05:41 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41666 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
