Lutfiana, Ima (2026) Pandangan Al-Qur'an tentang Peran Ibu dalam Surah Maryam. Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
Pandangan Al-Qur'an tentang Peran Ibu dalam Surah Maryam.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Ibu memegang posisi sentral dalam keluarga dan berperan penting dalam membentuk generasi penerus. Di era modern, fenomena peran ganda dan ibu tunggal menjadi realitas yang dihadapi jutaan ibu Indonesia. Berbagai penelitian ilmiah membuktikan bahwa ibu berperan ganda memiliki skor work-family conflict yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan perempuan bekerja yang bukan ibu rumah tangga, serta mengalami tekanan psikologis berupa rendahnya psychological well-being, kelelahan emosional, dan parental burnout. Persoalan ini sesungguhnya telah jauh lebih dahulu direfleksikan Al-Qur'an melalui kisah Maryam binti Imran dalam Surah Maryam. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan ayat-ayat tentang peran ibu dalam Surah Maryam; dan (2) mendeskripsikan penafsiran ayat-ayat tentang peran ibu dalam Surah Maryam.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan metode tafsir tematik perspektif Mustafa Muslim. Sumber data primer adalah Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Azhar karya Hamka. Analisis dilakukan menggunakan teori peran ibu dalam Islam yang mencakup empat peran utama, yaitu ibu sebagai pendidik anak, ibu sebagai pengasuh utama, ibu sebagai pelindung, dan ibu sebagai penanam nilai aqidah.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ayat-ayat tentang peran ibu dalam Surah Maryam terdapat pada ayat 16–33 yang terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu ayat 16–21 menggambarkan Maryam menjaga kesucian diri dan menerima amanah ilahiah, ayat 22–26 menggambarkan Maryam menanggung kehamilan dan melahirkan dengan penuh ketabahan, serta ayat 27–33 menggambarkan Maryam melindungi kehormatan diri dan anaknya dengan keteguhan iman. (2) Penafsiran ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa Maryam menjalankan empat peran keibuan secara utuh, yaitu sebagai penanam nilai aqidah, pengasuh utama, pelindung, dan pendidik anak. Kisah Maryam membuktikan bahwa peran keibuan yang utuh tidak bergantung pada kelengkapan struktur keluarga, melainkan pada keteguhan iman, keberanian moral, dan kepasrahan total seorang ibu kepada Allah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | Umi Kalsum |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 03:39 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 03:39 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41788 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
