Konsep Tauhid Sebagagai Fondasi Akhlak Keluarga Dalam Wasiat Nabi Ibrahim dan Nabi Ya'qub Pada QS. Al-Baqarah Ayat 132-133 (Studi Komparatif Tafsir Ibnu Katsir dan Al-Maraghi)

Faizatun Na'imah, 'Aina (2026) Konsep Tauhid Sebagagai Fondasi Akhlak Keluarga Dalam Wasiat Nabi Ibrahim dan Nabi Ya'qub Pada QS. Al-Baqarah Ayat 132-133 (Studi Komparatif Tafsir Ibnu Katsir dan Al-Maraghi). Undergraduate (S1) thesis, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

[thumbnail of 301220058_'Aina Faizatun Na'imah_Ilmu Al-Quran dan Tafsir.pdf]
Preview
Text
301220058_'Aina Faizatun Na'imah_Ilmu Al-Quran dan Tafsir.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya tauhid sebagai fondasi utama dalam pembentukan akhlak keluarga Muslim, khususnya dalam konteks krisis moral yang dihadapi masyarakat modern. Tauhid tidak hanya berfungsi sebagai ajaran teologis, tetapi juga menjadi dasar dalam membentuk sikap dan perilaku individu dalam kehidupan keluarga. QS. Al-Baqarah ayat 132-133 yang memuat wasiat Nabi Ibrahim dan Nabi Ya‘qub menjadi landasan penting dalam memahami nilai-nilai tauhid tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep tauhid dalam ayat tersebut, membandingkan penafsiran Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Maraghi, serta menganalisis relevansinya dalam pembentukan akhlak keluarga Muslim kontemporer.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap sumber-sumber tafsir klasik dan modern. Tafsir Ibnu Katsir digunakan sebagai representasi pendekatan riwayat yang berlandaskan pemahaman generasi awal Islam, sedangkan Tafsir Al-Maraghi digunakan sebagai representasi pendekatan kontekstual yang lebih relevan dengan perkembangan sosial modern. Kerangka teori penelitian ini menempatkan tauhid sebagai dasar pembentukan akhlak, serta keluarga sebagai media utama internalisasi nilai-nilai keislaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Baqarah ayat 132-133 menegaskan tauhid sebagai inti wasiat Nabi Ibrahim dan Nabi Ya'qub agar keturunannya tetap istiqamah dalam Islam. Penafsiran Ibnu Katsir menekankan riwayat dan tradisi, sedangkan Mustafa al-Maraghi menonjolkan pendekatan rasional dan kontekstual, sehingga keduanya berbeda namun saling melengkapi. Keduanya sepakat bahwa tauhid adalah fondasi utama agama, mencakup keesaan Allah, kepasrahan, dan tanggung jawab antar generasi. Dalam konteks modern, nilai tauhid penting untuk membentuk akhlak keluarga Muslim yang berorientasi ilahiah, seperti kejujuran, ketaatan, dan kasih sayang, melalui pendidikan, keteladanan, dan pembiasaan ibadah. Tantangan globalisasi dan penyimpangan pemahaman agama dapat diatasi dengan penguatan pendidikan dan lingkungan religius, menjadikan tauhid landasan teologis sekaligus dasar praktis untuk membangun keluarga Muslim harmonis, beretika, dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Umi Kalsum
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 06 Jul 2026 00:42
Last Modified: 06 Jul 2026 00:42
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41874

Actions (login required)

View Item View Item