..(GUNAKAN MATERAI ASLI YANG BERBEDA PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DAN KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG).. ANALISIS MAKNA ISTAWĀ DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF SEMANTIK TOSHIHIKO IZUTSU

Al 'Asyiiq, Muhammad 'Azza Hanif (2026) ..(GUNAKAN MATERAI ASLI YANG BERBEDA PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DAN KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG).. ANALISIS MAKNA ISTAWĀ DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF SEMANTIK TOSHIHIKO IZUTSU. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[thumbnail of 301220045_MUHAMMAD AZZA HANIF_ILMU AL QURAN & TAFSIR.pdf]
Preview
Text
301220045_MUHAMMAD AZZA HANIF_ILMU AL QURAN & TAFSIR.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Kata kunci: Istawā, Semantik Toshihiko Izutsu

Problematika penafsiran lafaz istawā dalam Al-Qur’an menjadi latar belakang penelitian ini karena adanya perbedaan pemaknaan di kalangan mufasir, khususnya pada ayat-ayat sifat yang memunculkan perdebatan teologis, serta masih terbatasnya kajian yang membahas seluruh penggunaan kata istawā secara komprehensif melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kata istawā dalam Al-Qur’an berdasarkan perspektif semantik Toshihiko Izutsu.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber data berupa 15 ayat Al-Qur’an yang memuat kata istawā, kitab tafsir, kamus bahasa Arab klasik, karya-karya Toshihiko Izutsu, serta literatur pendukung lainnya. Data dianalisis melalui penelusuran makna dasar, makna relasional, hubungan sintagmatik dan paradigmatik, serta perkembangan makna secara sinkronik dan diakronik, Weltanschauung.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata istawā memiliki makna dasar berupa tinggi, sempurna, dan lurus, sedangkan makna relasionalnya berkembang sesuai konteks ayat, meliputi kekuasaan, otoritas, dan keagungan Allah dalam konteks ketuhanan, kedewasaan dan kematangan dalam konteks manusia; kekuatan dan kedudukan dalam konteks malaikat, kesempurnaan pertumbuhan pada tumbuhan, serta keseimbangan pada konteks kendaraan dan proses penciptaan langit. Analisis sinkronik dan diakronik menunjukkan bahwa makna istawā mengalami perkembangan sesuai konteks historis dan teologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna istawā tidak dapat dipahami secara tunggal, melainkan bersifat dinamis dan kontekstual sebagai bagian integral dari pandangan dunia Al-Qur’an tentang tatanan alam semesta, penciptaan, dan relasi Tuhan dengan makhluk, sehingga berkontribusi pada pengembangan kajian semantik Al-Qur’an khususnya dalam studi tafsir linguistik.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Aksin Wijaya
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 06 Jul 2026 02:51
Last Modified: 06 Jul 2026 02:51
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/41925

Actions (login required)

View Item View Item