Rosyidah, Ridla Khulafa (2026) ..(GUNAKAN MATERAI ASLI YANG BERBEDA PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DAN KEASLIAN TULISAN, UPLOAD ULANG).. PANDANGAN M. QURAISH SHIHAB DAN SAYYID QUṬB TERHADAP KAUM MUSTAḌ‘AFĪN (Studi Komparatif Terhadap Q.S. Al-Qaṣaṣ [28]: 5-6). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Preview |
Text
Ridla Khulafa Rosyidahhh_301220054_Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Rosyidah, Ridla Khulafa. 2026. Mustaḍ‘afīn dalam Perspektif Tafsir
Kontemporer (Studi Komparatif Penafsiran Sayyid Quṭb dan M. Quraish
Shihab Terhadap Ayat-ayat Pembelaan Kaum yang Tertindas). Jurusan
Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah.
Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Pembimbing: Dr. Iswahyudi, M.Ag.
Kata kunci: Mustaḍ‘afīn, M. Quraish Shihab, Sayyid Quṭb, Tafsir Muqāran ,
Keadilan Sosial.
Kajian mengenai kelompok marginal atau mustaḍ‘afīn dalam Al-Qur’an terus
menjadi perhatian dalam studi tafsir kontemporer karena realitas sosial masyarakat
modern masih diwarnai oleh berbagai bentuk ketimpangan dan ketidakadilan
struktural. Istilah mustaḍ‘afīn mencerminkan kelompok yang dilemahkan secara
sistematis sehingga tidak mampu memperjuangkan hak-hak dasarnya. Penelitian ini
berfokus pada penafsiran terhadap Q.S. al-Qaṣaṣ [28]: 5-6 sebagai representasi
utama ayat-ayat pembelaan terhadap kaum tertindas. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menganalisis penafsiran Sayyid Quṭb dalam Tafsīr Fī Ẓilāl al-Qur’ān dan M.
Quraish Shihab dalam Tafsīr Al-Mishbah terhadap ayat tersebut, serta menilai
relevansi pemikiran keduanya dalam konteks keadilan sosial.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan
(library research). Metode yang digunakan adalah deskriptif-komparatif dengan
pendekatan tafsir muqāran (perbandingan), yaitu dengan memaparkan penafsiran
kedua tokoh, kemudian menganalisis persamaan dan perbedaan di antara keduanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. Quraish Shihab memahami konsep
mustaḍ‘afīn dalam Q.S. al-Qaṣaṣ [28]: 5-6 melalui pendekatan adabī-ijtimā‘ī yang
moderat dan kontekstual, dengan menekankan pentingnya pembangunan moral dan
kesadaran sosial sebagai upaya pemberdayaan kaum lemah. Sementara itu, Sayyid
Quṭb menggunakan pendekatan ḥarakī yang bersifat ideologis dan transformatif,
dengan menafsirkan ayat tersebut sebagai bentuk janji dan keberpihakan Allah
kepada kaum tertindas serta dorongan untuk melakukan perubahan struktural
terhadap sistem yang menindas. Persamaan keduanya terletak pada penegasan
bahwa Al-Qur’an berpihak kepada mustaḍ‘afīn sebagai bagian dari prinsip keadilan
Ilahi, sedangkan perbedaannya tampak pada strategi yang ditawarkan; M. Quraish
Shihab lebih menekankan transformasi gradual melalui kesadaran etis, sementara
Sayyid Quṭb lebih menekankan perubahan yang bersifat sistemik. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa penafsiran keduanya memiliki relevansi dalam merespons
persoalan ketimpangan sosial kontemporer, khususnya dalam upaya pemberdayaan
dan pembelaan terhadap kelompok marginal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Thesis Supervisor: | iswahyudi |
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan Pusat |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 02:27 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 02:27 |
| URI: | http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/42050 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
